Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:48 WIB

Kecelakaan Pesawat Twin Otter DHC6 PK-CDC

KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Senin, 23 September 2019 | 12:07 WIB
KNKT Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Timika - Tim Komite Nasional Kecelakaan Transportasu (KNKT) masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan pesawat Twin Otter DHC6 PK-CDC.

Pesawat milik PT Carpediem itu mengalami kecelakaan di lereng pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua pada Rabu (18/9/2019).

Sementara itu, aktivitas di posko utama operasi SAR Bandara Mozes Kilangin Timika sejak Senin pagi terlihat meningkat untuk mendukung rencana evakuasi para korban pesawat Twin Otter PK-CDC dari lokasi kecelakaan pesawat tersebut ke Timika.

Empat personel Basarnas Timika telah diberangkatkan ke lokasi jatuhnya pesawat Twin Otter PK-CDC itu dengan membawa perlengkapan mountaineering.

Mereka diterbangkan ke Ilaga, Kabupaten Puncak, menggunakan pesawat Twin Otter PK-CDJ PT Carpediem dan selanjutnya berpindah armada menggunakan helikopter L SA 315 PK-IWB milik PT Intan Angkasa menuju posko evakuasi korban kecelakaan pesawat Twin Otter PK CDC di Kampung Mamontoga, Distrik Hoeya.

Sebelum diberangkatkan, tim evakuasi menerima briefing oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika Monce Brury dan Komandan Lanud Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto.

Posko utama SAR di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Minggu (22/9/2019) mengonfirmasikan telah menemukan benda-benda yang diduga serpihan pesawat Twin Otter PK-CDC tersebut di lereng pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika pada ketinggian 13.453 kaki atau sekitar 3.900 meter di atas permukaan laut.

Serpihan yang diduga milik pesawat Twin Otter PK-CDC itu diketahui berada pada koordinat 4 derajat 7 menit 27,11 Lintang Selatan dan 137 derajat 29 menit 18,39 Bujur Timur.

Lokasi itu berjarak sekitar 44 notical mile pada radial 58 derajat dari Timika.

Komentar

Embed Widget
x