Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:51 WIB

Operasi TMC Dilakukan di Langit Kalimantan-Riau

Sabtu, 21 September 2019 | 13:11 WIB
Operasi TMC Dilakukan di Langit Kalimantan-Riau
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan BPPT melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra, Sabtu (21/9/2019).

"Operasi dilakukan setelah BMKG mengirimkan informasi potensi awan hujan sebagai target penyemaian," kata Agus di Jakarta.

Agus menjelaskan Operasi TMC pada Jumat (20/9/2019), berhasil menyebar garam 800 kg di Kalimantan Barat, 1.500 kg di Kalimantan Tengah dan 2.400 kg di Riau.

"Dan hujan turun di beberapa wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Riau," ujarnya.

Menurut dia, pesawat operasional TMC di Kalimantan diterbangkan dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan menggunakan Pesawat TNI AU.

Pesawat dengan tipe CN-295 tersebut berkapasitas 2.400 kg. TMC juga dilakukan dengan pesawat TNI AU jenis Cassa 212-200 yang berpangkalan di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Sementara itu, operasi TMC di wilayah Sumatera dilakukan dari Pangkalan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau dengan menggunakan pesawat TNI AU.
"Pesawat yang digunakan berjenis Hercules C-130 dengan kapasitas 4.000 kg dan Cassa 212-200 yang berkapasitas 800 kg," jelas dia.

Di samping itu, Agus mengatakan hari ini sejumlah 10.000 kg kalsium oksida (CaO) atau kapur tohor aktif untuk operasi mengurangi kepekatan asap di Kalimantan sudah datang yakni wilayah Palangkaraya.

"Sedangkan, di Riau sebanyak 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi," katanya.

Oleh karena itu, Agus berharap dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC. Maka, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru.[ris]

Komentar

Embed Widget
x