Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 12:08 WIB

Petugas Lepas Hiu Paus Paitonah di Probolinggo

Sabtu, 21 September 2019 | 10:11 WIB
Petugas Lepas Hiu Paus Paitonah di Probolinggo
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Probolinggo - Protection of Forest and Fauna (Profauna) mengapresiasi upaya pembebasan 'Paitonah', hiu paus yang berhasil diselamatkan dari kanal inlet wilayah di sekitar PLTU Paiton, Jawa Timur.

"Kami secara obyektif sangat mengapresiasi tindakan penyelamatan hiu paus dan membawanya kembali ke laut lepas, karena sebenarnya tidak banyak orang yang peduli terhadap hal tersebut," kata Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, Sabtu (21/9/2019).

Profauna Indonesia adalah organisasi independen non profit berjaringan internasional yang bergerak di bidang perlindungan hutan dan satwa liar. Awalnya, Profauna didirikan di Malang, Jawa Timur pada 1994. Penggerak organisasi ini percaya, setiap jenis satwa liar mempunyai nilai bagi kelestarian alam.

Nursahid sangat mengapresiasi tindakan penyelamatan hiu paus yang dianggap luar biasa, apalagi melibatkan semua unsur terkait mulai dari aparat TNI, pihak kementerian, nelayan, dan juga PJB Paiton.

"Itu luar biasa, karena masih banyak yang mau membantu, dan banyak pihak yang mau ikut terlibat," ujarnya.

Kesadaran Berkat Media Sosial

Nursahid menilai mulai tingginya kesadaran terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam hal keselamatan makhluk hidup langka termasuk fauna dan flora karena dukungan media sosial yang begitu mudah diakses saat ini.

Dengan berkembangnya teknologi, kata dia, banyak anak muda yang dengan akses yang mereka miliki, cepat sekali memperoleh berbagai informasi dari kanal-kanal yang tersedia. Lingkungan seperti ini menyebabkan banyak pihak menjadi lebih peduli terhadap segala hal, termasuk juga hal dalam kelestarian lingkungan.

Kendati tergantung pada jenis kasusnya, lanjut dia, kepedulian terhadap keberadaan dan upaya menjaga kelestarian hewan langka sudah mulai tinggi.

"Ini kami soroti mengingat saat ini sudah mulai ada peningkatan kesadaran dalam upaya perlindungan dan pelestarian satwa liar. Sangat berbeda dengan kondisi 20 tahun yang lalu, saat Profauna merintis usaha ini di Indonesia," tandasnya.[beritajatim]

Komentar

x