Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:47 WIB

Mahasiswa Tuntut 3 Pimpinan KPK Mundur

Oleh : M. Yusuf Agam | Sabtu, 21 September 2019 | 00:30 WIB
Mahasiswa Tuntut 3 Pimpinan KPK Mundur
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Elemen mahasiswa yang membawa atribut Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).
Ada sekira ratusan massa PMII yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK. Mereka membentangkan panji-panji benderanya dan membawa mobil komando.
Awalnya, aksi berjalan dengan lancar dan tertib. Orator secara bergantian menyuarakan tuntutannya yakni meminta tiga pimpinan KPK, Agus Rahardjo, Laode M Syarif, dan Saut Situmorang untuk segera mundur dari jabatannya.
Aksi diwarnai dengan pelemparan telor busuk ke arah Gedung KPK. Pelemparan telor tersebut sebagai simbol bahwa KPK dibawah pimpinan Agus Rahardjo Cs busuk.
"Kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyatakan sikap, meminta KPK untuk tidak menjadi alat politik," kata Koordinator Aksi Nasional, Muhammad Syarif Hidayatullah di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Usai melakukan pelemparan telor, massa kemudian membakar ban bekas sambil bernyanyi-nyanyi. Pihak kepolisian yang mengamankan jalannya aksi langsung memadamkan aksi pembakaran ban bekas tersebut.
Selain itu, PMII juga mendesak agar Presiden Jokowi segera melantik lima pimpinan KPK yang baru agar segera menjabat. Serta, mendukung DPR untuk secepatnya mengesahkan Undang-Undang (UU) tentang KPK.
"Percepat pelantikan pimpinan KPK terpilih dan mendukung pengesahan UU KPK oleh DPR," ucapnya.
Namun, pemadaman tersebut mendapat perlawanan dari massa aksi. Alhasil, aksi dorong-dorongan antara massa PMII dengan pihak kepolisian sempat terjadi.
Tak berselang lama, massa kembali membakar ban bekas. Pihak kepolisian pun langsung merangsek dan membubarkan massa dari PMII. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi ketika polisi membubarkan massa aksi.
Namun, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Orator yang ada di atas mobil komando menenangkan para pasukannya. Pun demikian pihak kepolisian yang menarik mundur pasukannya. [gam]

Komentar

Embed Widget
x