Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 14:51 WIB

Bareskrim Gagalkan Transaksi 38 Kg Sabu Malaysia

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 20 September 2019 | 19:13 WIB
Bareskrim Gagalkan Transaksi 38 Kg Sabu Malaysia
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyita 38 kg narkoba jenis sabu dan 28 ribu butir ekstasi asal Malaysia. Paket narkoba ini dikirim dari Malaysia ke Riau menggunakan kapal laut.

Awalnya Satgas NIC bersama Bea Cukai Riau menangkap tersangka AS, IS dan RA di sebuah kapal motor di perairan Selat Malaka pada Sabtu 7 September 2019.

"Setelah digeledah, ternyata di kapal tersebut sudah tidak ada barang bukti sabu. Menurut keterangan para tersangka, sabunya diserahkan kepada seseorang berinisial BR dan RM di tengah laut," kata Kepala Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri AKBP Viktor Siagian di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Kemudian di hari yang sama, tim menangkap BR dan RM di kapal motor di perairan Selat Malaka, Desa Sungai Daun, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Di kapal tersebut ditemukan sabu seberat 23 kg dan 28 ribu butir ekstasi.

Pada Rabu 11 September, tim menangkap tersangka SB di Perumahan Citra Grand City, Palembang. Setelah kejar-kejaran, tersangka AW ditangkap di SPBU Alang-alang Lebar, Palembang, pada Kamis 12 September. Dari kendaraan yang dibawa AW, tim menemukan paket sabu 15 kg.

Kemudian tim NIC menangkap tersangka JN di parkiran RS Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Salah seorang tersangka, yakni IS mengaku baru sekali diminta untuk mengirimkan paket narkoba. Ia diajak rekannya AS untuk melakoni pekerjaan ini.

"Karena (faktor) kemiskinan, saya mau ambil pekerjaan ini," ucapnya.

IS mengatakan ia tergiur pekerjaan ini karena dijanjikan uang Rp30 juta untuk sekali pengiriman. Namun dia mengaku belum mendapatkan upah sampai akhirnya ia ditangkap polisi.

Polisi saat ini telah berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk memburu buronan berinisial AC yang diduga berperan mengendalikan penerimaan narkoba dari Malaysia. [adc]

Komentar

x