Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 12:01 WIB

Kata Wiranto Soal Baku Tembak TNI-Polri dengan KSB

Kamis, 19 September 2019 | 16:37 WIB
Kata Wiranto Soal Baku Tembak TNI-Polri dengan KSB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Baku tembak antara TNI-Polri dengan kelompok separatis bersenjata (KSB) terjadi di Kampung Olenki, Distrik Mabugi, Iluga, Kabupaten Puncak, Papua.

Terkait informasi baku tembak tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto masih menunggu laporan resmi.

"Nanti tunggu laporan resmi, ya," katanya, saat dikonfirmasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Wiranto memastikan segera menyampaikan pernyataan resminya setelah mendapatkan laporan secara menyeluruh.

Sebelumnya diwartakan, kontak senjata kembali terjadi antara aparat keamanan dan KSB di Kampung Olenki, Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (17/9/2019) sekitar pukul 15.00 WIT.

Bupati Puncak Willem Wandik, Rabu (18/9/2019), menyampaikan ada warga sipil yang menjadi korban dalam insiden baku tembak itu.

Dari laporan yang diterimanya, Wandik menyebutkan sebanyak tiga orang meninggal dan empat orang luka-luka.

Bupati mengatakan korban luka-luka sudah dievakuasi dan dirawat di RSUD Timika, sedangkan yang meninggal akan segera dimakamkan.

Masyarakat, kata dia, memang selalu menjadi tameng bagi anggota KSB karena biasanya kelompok tersebut bersembunyi dan bergabung di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta aparat keamanan untuk melakukan pendekatan persuasif agar anggota KSB mau menyerahkan diri dan tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

"Mari kita sama-sama menjaga agar tidak menjadi konflik yang nantinya menjadi konsumsi politik terhadap insiden yang terjadi di Puncak,"'ajak Wandik.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto secara terpisah membenarkan terjadinya insiden tersebut, dan menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban masyarakat sipil.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk membentuk tim guna melakukan investigasi terhadap insiden tersebut.

Pangdam juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya operasi pengejaran terhadap Kelompok Separatis Bersenjata OPM untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat. [tar]

Komentar

x