Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:48 WIB

Apel di Monas

Anies Singgung Peran Orang Kampung

Oleh : Willi Nafie | Kamis, 19 September 2019 | 11:23 WIB
Anies Singgung Peran Orang Kampung
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertindak sebagai Inspektur Upacara saat peringatan Rapat Raksasa IKADA 2019 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Dalam sambutannya, Anies mengenang peristiwa bersejarah Rapat Raksasa Ikada yang selenggarakan di Jakarta beberapa puluh tahun silam tersebut.

"Tadi sudah oleh pembaca tentang peristiwa Ikada, runtutan. Saya ingin kita semua yang berdiri disini bukan sekedar mengetahui atas peristiwa itu, tapi harus mengambil hikmahnya, apa yang sesungguhnya terjadi dibalik peristiwa Ikada," kata Anies dalam sambutannya.

"Pada tahun 45 ketika terjadi peristiwa Ikada penduduk Jakarta 400.000 dan yang berkumpul di lapangan ini adalah 300 ribu, berkumpul di lapangan belum ada Transjakarta untuk memobilisasi, Belum ada Wa grup untuk mengirimkan pesan orang berangkat ke sini, belum ada telepon yang menjangkau semua penduduk dan 95% penduduk Indonesia saat itu adalah buta huruf," lanjutnya.

Anies menambahkan, saat tahun 1945 silam, rakyat dengan semangat dapat dimobilisasi untuk menyatakan kemerdekaan.

"Karena itulah kemudian mereka bergerak, dan apa yang terjadi? Pada tanggal 19 September 300 ribu orang berkumpul di tempat ini, mengirimkan pesan kepada semua, termasuk kepada para pemimpin-pemimpinnya, kalau bapak ibu baca catatannya, sebagian dari anggota kabinet tidak menginginkan ada pertemuan Ikada itu. Jadi tidak kemudian semua sepakat, tidak. Semua bergetar menyaksikan 300 ribu orang berkumpul di tempat ini. Siapa yang berkumpul di sini? yang berkumpul adalah orang kampung. Orang-orang dari kampung-kampung masyarakat biasa, tak terdidik, mereka yang menginginkan kemerdekaan. Mengapa? saya sering garis bawahi kemerdekaan itu bukan sekedar menggulung kolonialisme, kemerdekaan itu adalah menggelar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.

"Kita berada di sini memperingati gerakan warga kampung. Kita berada di sini memperingati orang-orang kampung yang berkumpul. Karena itu kalau kita ditanya siapa tokohnya, kita tidak bisa menyebutkan tokohnya karena ini bukan peristiwa yang dipimpin oleh 1-2 orang tokoh. Ini adalah peristiwa 300.000 rakyat bawah, rakyat kebanyakan," tutupnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x