Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:57 WIB

Imam Nahrawi Ditetapkan Tersangka

Istana: Terbukti, Jokowi Tak Intervensi KPK

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 19 September 2019 | 05:13 WIB
Istana: Terbukti, Jokowi Tak Intervensi KPK
(Foto: gettyimages)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan penetapan tersangka terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bukti Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjaga independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini sebagai bukti bahwa pemerintah atau Bapak Presiden tidak mengintervensi kerja-kerja yang dilakukan oleh KPK," kata Ngabalin di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Untuk itu, Ngabalin meminta masyarakat mengikuti bagaimana proses hukum atas penetapan tersangka terhadap Imam terkait kasus suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI TA 2018. Diduga, Imam menerima aliran dana mencapai Rp 26,5 miliar.
"Dalam upaya pemberantasan korupsi, dengan apa yang telah ditetapkan KPK hari ini tentu saja tidak ada satu orang pun yang bisa melakukan intervensi. Sehingga, ya publik memberikan kepercayaan kepada KPK atas perintah Undang-undang, tinggal lihat kaya apa prosesnya," ujarnya.
KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka baru dalam kasus suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Imam dijerat usai KPK mengembangkan kasus tersebut.
"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka, yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum)," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Miftahul Ulum merupakan asisten pribadi Menpora. Miftahul sudah lebih dulu ditahan KPK sejak awal bulan September 2019. Kasus dugaan suap ini merupakan pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pada kasus awal, KPK menjerat 5 tersangka, yaitu Ending Fuad Hamidy, Johnny E Awuy, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyanto.
Ending dijerat dalam jabatannya sebagai Sekjen KONI, sedangkan Johnny sebagai Bendahara Umum KONI. Ending maupun Johnny telah divonis bersalah dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara bagi Ending dan 1 tahun 8 bulan penjara bagi Johnny. Sementara tiga orang lainnya yakni Mulyana, Adhi Purnomo dan Eko Triyanto masih proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Atas perbuatannya, Imam diganjar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau pasal 11 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.[ris]

Komentar

Embed Widget
x