Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:54 WIB

Kufur Nikmat yang Bilang KPK Gagal Turunkan IPK

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 19 September 2019 | 04:15 WIB
Kufur Nikmat yang Bilang KPK Gagal Turunkan IPK
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga mampu membuat tren positif terhadap indeks persepsi korupsi (IPK) sejak berdiri.
Menurut dia, siapa saja yang bilang lembaga antirasuah gagal menurunkan tingkat korupsi di Indonesia adalah mereka yang tidak pandai mensyukuri atau menghargai pekerjaan KPK.
"Yang bilang KPK gagal menurunkan tingkat korupsi di Indonesia itu kufur nikmat," kata Burhanuddin lewat twitternya yang dikutip Rabu (18/9/2019).
Ia menjelaskan berdasarkan data sangat jelas tren menunjukkan perbaikan indeks persepsi korupsi di Indonesia, bahkan skor IPK di Indonesia terus mengalami tren positif sejak KPK dibentuk 2002.
"Kalau pengen tahu kenapa skor indeks korupsi kita masih di angka 38, bereskan masalah-masalah yang di kluster merah," ujarnya.
Berikut masalah yang dimaksud Burhanuddin untuk dibereskan:
Proyek keadilan dunia: supremasi hukum, penyalahgunaan kekuasaan di eksekutif, yudikatif, polisi/militer dan legislatif.
Persepsi korupsi di:
a). Pemimpin nasional dan lokal
b). Pejabat pemerintah pusat dan daerah
- Persepsi korupsi di kepolisian, kantor pajak, bea cukai, perizinan, militer, pengawasan.
Proyek demokrasi Varities (baru masuk di 2017):
7 area demokrasi: pemilu, liberal, partisipatif, deliberatif, egaliter, mayoritarian dan konsensual.[ris]

Komentar

Embed Widget
x