Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:44 WIB

Pilkada Serentak 2020

KPU Banyuwangi Khawatir Dana Pilkada Tak Cukup

Kamis, 19 September 2019 | 03:13 WIB
KPU Banyuwangi Khawatir Dana Pilkada Tak Cukup
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyuwangi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi menyetujui anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) senilai Rp 58 miliar. Nilai itu jauh lebih sedikit dibanding yang diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi. Karena, KPU mengusulkan anggaran senilai Rp 109 miliar.
"Setelah dilakukan penyesuaian anggaran Pilbup 2020 memang mengalami kenaikkan cukup signifikan. Hasil akhir penyusunan RAB, kebutuhan untuk Pilbup sebesar Rp 109 miliar dari sebelumnya Rp 77 miliar yang diajukan," kata Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraeni, Rabu (18/9/2019).
Menurut dia, memang nilainya naik dari pengajuan awal. Karena, ada beberapa penyesuaian yang memungkinkan adanya kenaikan jumlah anggaran. Salah satunya, kenaikan karena ada penyesuaian honor Adhoc dari level PPK hingga KPPS.
"Karena, KPU RI saat ini tengah mengajukan tambahan anggaran untuk perangkat Adhoc ke Kementerian Keuangan. Atas hal tersebut, KPU RI kemudian menginstruksikan agar KPU di daerah melakukan penyesuaian anggaran," ujarnya.
Dari penyesuaian itu, kata Dwi, anggaran untuk honor Adhoc akhirnya membengkak menjadi Rp 56 miliar dari Rp 20 miliar.
"Inilah yang kemudian membuat anggaran Pilbup 2020 mengalami kenaikkan signifikan. Kebutuhan honor adhoc mengalami penambahan hingga 30 miliar," jelas dia.
Dengan begitu, Dwi mengaku khawatir anggaran yang disetujui TAPD tak mencukupi kebutuhan. Karena, anggaran dari usulan jauh dari harapan.
"Kalau yang disetujui sejumlah itu, jelas anggaran tersebut akan habis hanya untuk kebutuhan honor perangkat adhoc. Jelas tidak cukup. Terus untuk kebutuhan logistik, sosialisasi dan lain sebagainya bagaimana?," Katanya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x