Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:52 WIB

Khofifah Minta Bupati Malang Kembangkan Kawasan

Rabu, 18 September 2019 | 02:13 WIB
Khofifah Minta Bupati Malang Kembangkan Kawasan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik HM. Sanusi sebagai Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.35-4048 Tahun 2019, tanggal 13 September 2019 tentang pengesahan pengangkatan Bupati dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Sanusi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Malang menggantikan Rendra Kresna yang terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan dan telah diberhentikan Menteri Dalam Negeri.

Khofifah menjelaskan Kabupaten Malang, Kota Malang serta Kota Batu merupakan wilayah yang sangat solid dalam mempersiapkan kawasannya sebagai Malang Raya. Koordinasi diantara Bupati Malang, Walikota Malang serta Walikota Batu sangat intensif melakukan koordinasi terkait pembangunan infrastruktur, konektivitas serta pariwisata di wilayah Malang Raya.

"Dari pertemuan beberapa hari lalu, tiga kepala daerah tersebut berharap ada Light Rail Transit (LRT) yang saling terkoneksi antara Malang Raya. Semalam saya dapat tamu investor yang memiliki opsi pembangunan skytrain. Sekarang Kota Batu sedang exercise cable car ke Gunung Panderman. Bila dari Panderman sampai dengan Bromo, maka skytrain memungkinkan membangun konektivitas dengan beberapa titik stasiun," katanya.

Menurut dia, pembangunan ini seiring dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dimana didalamnya ada cluster digital IT. Melalui pembangunan ini, Khofifah berharap target start up Jawa Timur terkonsentrasi di Malang Raya.

"Keberadaan KEK Singhasari diharapkan menjadi kekuatan dalam menyiapkan Malang Raya sebagai area digital IT," ujarnya.

Selain pengembangan kawasan Malang Raya, Khofifah mengatakan pembangunan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) menjadi salah satu dari tiga prioritas pembangunan di Jawa Timur lima tahun kedepan. Sehingga, pembangunan infrastruktur dan konektivitas terutama Malang Raya diharap ada peningkatan lama berkunjung (lenght of stay) wisatawan terutama dari wisatawan manca negara ke Jawa Timur.

"Jadi kesiapan Malang Raya untuk menjadi bagian dari penyangga BTS sangat penting, terutama Kabupaten Malang memiliki daerah yang bersebelahan langsung dengan Bromo, Kediri dan berhimpit dengan Kabupaten Blitar. Jadi, ini akan menjadi bagian penyangga juga untuk selingkar Wilis. Betapa pentingnya Kabupaten Malang sebagai penyangga BTS juga sebagai penyangga selingkar Wilis," jelas dia.

Selain itu, Khofifah mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kabupaten Malang dengan RPJMD Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, bisa diselaraskan dan disinkronkan dengan RPJMN pemerintah pusat yang saat ini tengah dibahas oleh tim dari Bappenas.

"RPJMN saat ini on progress dan Menteri Bappenas sudah melakukan sinkronisasi program. Tim RPJMN akan terus mendata apa yang menjadi kebutuhan lokal, regional kemudian disinergikan dalam perencanaan pembangunan nasional," katanya.

Menurut dia, sinkronisasi ini menjadi penting apalagi sekarang pemerintah pusat sedang melakukan percepatan pembangunan industri terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Percepatan ini dilakukan dengan sangat cepat, intensif dan detail.

"Ada sesuatu yang harus disinergikan sifatnya sangat segera, seperti prinsip dalam SDGs bahwa kita ingin No One Left Behind atau jangan ada satupun yang tertinggal. Dalam perencanaan ini titik strategisnya adalah pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja serta peningkatan PDRB. Jadi ini yang harus terus disisir," katanya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x