Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:02 WIB

Ketum FPI Diduga Makar, Ini Reaksi Kuasa Hukum

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 16 September 2019 | 16:37 WIB
Ketum FPI Diduga Makar, Ini Reaksi Kuasa Hukum
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Ketua Umum Front Pembela Islam, Ahmad Sobri Lubis, Sugito Atmo Pawiro mengaku heran kliennya dituduh melakukan upaya dugaan makar.

Ia membantah Suriyanto sebagai pelapor. Ia menegaskan, kliennya tidak ada dalam rumah di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan yang diduga pelapor dijadikan tempat diskusi upaya makar.

"Ustaz Sobri tidak ada di tempat saat Egi Sudjana mengatakan itu," katanya, Senin (16/9/2019).

Sobri tidak dapat hadir pada panggilan pertama pada 11 September 2019 lalu karena masih di Aceh melakukan safari politik. Hingga hari ini Sugito mengaku belum ada jadwal ulang. Namun, dia tengah berkoordinasi dengan Sobri untuk datang melakukan klarifikasi. Sugito menambahkan mau mengkonfirmasi soal laporan terhadap kliennya tersebut.

"Rencananya mau datang, tapi koordinasi. Belum ada panggilan," ujarnya lagi.

Diketahui, Sobri dipanggil atas kasus dugaan upaya makar yang dilaporkan pria bernama Suriyanto. Laporan ini merupakan pelimpahan dari Bareskrim Mabes Polri.

Laporan bernomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tanggal 19 April 2019. Dalam surat laporan yang beredar di kalangan media disebut, perkara itu merupakan peristiwa yang terjadi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 April 2019.

Sebelumnya, salah seorang kuasa hukum Sobri Lubis, Munarman, mengaku heran dan menilai ada kekeliruan dengan pemanggilan tersebut.

"Saya selaku salah satu kuasa hukum KH Sobri Lubis menyatakan bahwa panggilan tersebut sepertinya error in persona," kata Munarman melalui pesan singkat, Selasa malam, 10 September 2019.

Munarman menjelaskan, dari surat panggilan ada kejanggalan dengan tuduhan pasal makar. Ia menekankan, pemanggilan Sobri terkait dengan kasus dugaan makar di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada 17 April 2019.

"KH Sobri Lubis tidak tahu menahu peristiwa makar apa yang terjadi di Jalan Kertanegara pada 17 April 2019 tersebut. Sebab beliau tidak berada di situ pada tanggal 17 April 2019," ujar Munarman yang juga Sekretaris Umum FPI itu.

Dia menambahkan, Sobri juga bingung dengan pemanggilan tersebut. Meski demikian, ia menekankan Ketua FPI itu kemungkinan tak bisa memenuhi panggilan polisi tersebut karena sedang melakukan safari dakwah keliling. [adc]

Komentar

x