Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:51 WIB

KPK Tak Mati, Pemberantasan Korupsi Jalan Terus

Oleh : Ivan Setyadhi | Minggu, 15 September 2019 | 21:46 WIB
KPK Tak Mati, Pemberantasan Korupsi Jalan Terus
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah broadcast message melalui Whatsaap mengatasnamakan penyidik Polri di KPK beredar. Pesan tersebut menjawab Pimpinan KPK yang mengembalikan mandat ke Presiden Jokowi.

"Yang saya cintai Seluruh Rakyat Indonesia, apa yang saudara-saudara saksikan tentang pernyataan 'Kematian KPK' adalah sebuah kebohongan besar. KPK TIDAK MATI. Kami dan sebagian pegawai KPK lainnya masih bekerja sesuai amanah yang diberikan oleh rakyat di balik meja-meja kami disaat mereka umumkan KPK telah mati," begitu kutipan pesan yang diterima oleh wartawan, Minggu (15/9/2019).

Lebih lanjut, dalam pesan tersebut kembali menegaskan bahwa lembaga antirasuah yang sudah berdiri sejak 17 tahun yang lalu masih hidup."Justru dengan pengembalian mandat kepada Presiden, maka akan terhambat seluruh pekerjaan pemberantasan korupsi. Merekalah yang berusaha 'Mematikan KPK'," tertanda Insan KPK.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan operasional lembaga antirasuah itu kepada Presiden Joko Widodo. Hal ini dilakukan setelah Presiden Joko Widodo menyetujui pembahasan revisi Undang-undang KPK dan terpilihnya lima pimpinan lembaga antirasuah itu periode 2019-2023.

"Pada hari ini, Jumat, 13 September, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden RI. Kami menunggu perintah apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai Desember, atau kami menunggu perintah itu," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Meski demikian, kata Agus, pihaknya tetap menjalankan fungsi operasional di KPK. Kegiatan rutinitas pegawai KPK tetap dilanjutkan.

"Mudah-mudahan kami diajak bicara oleh Bapak Presiden untuk menjelaskan kegelisahan seluruh pegawai kami dan juga isu-isu yang sampai hari ini kami enggak bisa jawab," jelas Agus.

Komentar

Embed Widget
x