Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 12:02 WIB

Djarot: KPK Mau Diperkuat Kok Prokontra?

Minggu, 15 September 2019 | 05:04 WIB
Djarot: KPK Mau Diperkuat Kok Prokontra?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Sintang - Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat menyatakan agak aneh jika banyak yang tidak suka Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) direvisi atau diamandeman.

Menurutnya UUD 1945 saja bisa diamandemen. Ia menilai revisi UU KPK adalah bagian dari strategi untuk melaksanakan komitmen membangun pemerintahan bersih yang antikorupsi.

"Kok mau direvisi, KPK-nya diperkuat, kok malah ada prokontra? Kan lucu ya. Padahal komitmen kita ya tetap, harus membangun pemerintahan bersih yang anti korupsi," kata Djarot di sela Rakerda I DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Sintang, Minggu (14/9/2019).

Ia menyampaikan, KPK itu didirikan saat Indonesia dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDIP. KPK dibentuk sebagai lembaga adhoc dan undang-undangnya sudah berumur 17 tahun. Menurutnya, revisi yang ada dilakukan secara terbatas. Sangat mengherankan sekali bila ada kelompok yang memaksa agar UU itu tak boleh disentuh oleh siapapun juga.

"Kalau saya pribadi sih, jangan sampai KPK itu semacam negara baru di dalam negara, tak bisa disentuh. Padahal dia adalah institusi dibentuk negara, anggarannya juga dari pemerintah. UU KPK itu kan bukan kitab suci. UUD 1945 yang merupakan sumber hukum tertinggi kita saja bisa diamandemen. Ini UU KPK sudah 17 tahun, kok ya tak boleh," tandasnya. [hpy]

Komentar

x