Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:54 WIB

Pernyataan Novel Tentang Jokowi Disebut Tidak Etis

Oleh : Willie Nafie | Sabtu, 14 September 2019 | 21:03 WIB
Pernyataan Novel Tentang Jokowi Disebut Tidak Etis
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ratusan masyarakat dari Aliansi Rakyat Lawan Korupsi melakukan aksi unjuk rasa mendukung revisi UU KPK serta komisioner KPK yang baru terpilih di depan Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (14/9/2019).
Dalam orasinya, beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa revisi UU KPK bertujuan untuk memperkuat langkah pemberantasan korupsi serta memperkuat KPK secara kelembagaan.

"Revisi UU KPK ini penting dan harus segera disahkan, karena berkaitan dengan penguatan KPK secara tugas dan fungsi maupun kelembagaan," ujar Yandi yang merupakan Koordinator Aksi. Selain itu dalam orasinya Yandi juga mendorong agar Presiden Jokowi segera melantik komisioner KPK yang telah dipilih oleh DPR, agar pemberantasan korupsi kembali berjalan dengan optimal," kata Ferdio, koordinator massa.

Aksi massa juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi dalam menolak empat poin revisi UU KPK yang diusulkan oleh DPR.

"Kami Aliansi Rakyat Lawan Korupsi, mengapresiasi langkah Presiden Jokowi dalam menolak 4 poin yang diusulkan DPR dalam revisi UU KPK, hal ini membuktikan bahwa Presiden Jokowi tetap berkomitmen dalam pemberantasan korupsi," terangnya.

Sementara itu terkait wadah pegawai KPK yang melakukan upaya penolakan terhadap komisioner KPK yang dipilih DPR, Yandi menerangkan wadah pegawai KPK ini sangat politis dan tidak jelas apa tujuannya dan lebih baik dibubarkan saja.

"Buat kami wadah pegawai KPK ini sangat politis dan tak jelas tujuannya apa, Yandi menegaskan bahwa semua pegawai KPK harus loyal pada institusi atau kelembagaan bukan person to person, dan demi kebaikan KPK ke depan, lebih baik dibubarkan saja," pungkasnya.

Ferdio menambahkan, kekecewaannya terhadap pernyataan salah satu penyidik senior KPK Novel Baswedan. Beberapa jam sebelumnya, Novel menyatakan bahwa terkait RUU KPK, koruptor akan berutang budi kepada Presiden Jokowi.

"Pernyataan ini sangat tendesius dan tidak etis. Apa dasar Novel berani mengatakan seperti itu kepada Kepala Negara. Padahal jelas sekali Pak Jokowi sangat mendukung lembaga KPK. Ujaran-ujaran provokatif seperti ini yang membuat banyak masyarakat kita yang semakin hilang kepercayaannya kepada institusi KPK. Semoga pimpinan KPK yang baru dapat membawa KPK ini semakin lebih baik lagi," tegasnya.

Ada hal yang menarik dalam aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Lawan Korupsi ini karena aksi ini juga diikuti sejumlah superhero Indonesia seperti Gundala, Wiro Sableng, dan Gatot Kaca. Mereka dianalogikan sebagai KPK yang bertugas melindungi rakyat Indonesia dari gangguan para koruptor.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan damai dan tertib hingga ratusan massa membubarkan diri. [adc]

Komentar

x