Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:38 WIB

Pansel Tak Temukan Pelanggaran Etik Firli

Kamis, 12 September 2019 | 17:11 WIB
Pansel Tak Temukan Pelanggaran Etik Firli
Calon pimpinan KPK Irjen Firli Bahuri
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK, Indriyanto Senoadji mengatakan salah satu peserta calon pimpinan KPK Irjen Firli Bahuri memiliki nilai terbaik selama mengikuti proses dan tahapan seleksi.

Menurut dia, Firli sejak tahap administratif, uji kompetensi baik objective test dan pembuatan makalah, psikotest, pemeriksaan, profile assessment, test kesehatan dan wawancara atau uji publik memiliki basis levelitas dengan konsistensi terbaik.

"Bahkan, dapat dikatakan dalam posisi terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan sejak awal dengan 386 capim sampai dengan 10 nama capim. Dan ini sudah menjadi keputusan bulat pansel," kata Indriyanto, Kamis (12/9/2019).

Apalagi, kata dia, selama proses seleksi juga Pansel KPK sudah melakukan cross examination terhadap hasil rekam jejak Firli baik dari BIN, BNPT, BNN, PPATK, Polri, Kejaksaan bahkan dari KPK. Dan, hasil rekam jejak yang diserahkan langsung oleh Deputi PIPM KPK telah dilakukan uji silang dengan rekam jejak dari lembaga-lembaga tersebut.

Nah, lanjut dia, Pansel KPK juga tidak menemukan keputusan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK yang memutuskan secara definitif pelanggaran berat etik terhadap Firli dari data yang disampaikan KPK.

"Pansel tidak menememukan sama sekali wujud Keputusan DPP formil yang memutuskan secara definitif adanya pelanggaran berat etik dari saudara FB (Firli Bahuri). Bahkan, saat tahap wawancara atau uji publik, saudara FB sudah klarifikasi dan jelaskan tidak ada keputusan dari DPP," ujarnya.

Di samping itu, Indriyanto juga mengatakan Pansel KPK telah mendalami masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi maupun masyarakat sipil. Namun, Pansel KPK juga tidak menemukan keputusan formal DPP atas pelanggaran etik FB.

"Kecuali pernyataan, rumusan-rumusan dan ucapan-ucapan obscuur yang dapat menciptakan stigma dan labelisasi negatif kepada Capim," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x