Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 05:22 WIB

Gubernur Jabar Cari Bangunan untuk Monumen Habibie

Kamis, 12 September 2019 | 17:26 WIB
Gubernur Jabar Cari Bangunan untuk Monumen Habibie
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Wafatnya Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, tidak hanya membuat Indonesia berduka, tapi juga Jawa Barat (Jabar).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun mengimbau warga dan perkantoran untuk menaikkan bendera setengah tiang sebagai wujud penghormatan kepada sang cendekiawan.

"Hari ini sudah diinstruksikan (dari pemerintah pusat) bendera setengah tiang. (Saya) mengimbau seluruh kantor, rumah penduduk, (untuk) menaikkan bendera setengah tiang," ujar Emil, sapaan akrabnya, Kamis (12/9/19).

Untuk menghormati Almarhum BJ Habibie, Emil mengatakan dirinya memiliki ide untuk mencarikan bangunan monumental di Jawa Barat yang identik dengan inovasi dan kecerdasan untuk dinamai BJ Habibie.

"Nanti kita cari sesuatu yang relevan dengan beliau (BJ Habibie). Beliau itu kan identiknya dengan inovasi, kecerdasan. Mungkin gedung-gedung creative center, daripada namanya creative center saja mungkin kita bisa namai sesuatu atau gedung inovasi atau yang sifatnya monumental kita carikan," ujar Emil.

"Saya kira penghormatan itu akan disetujui. Karena semua sangat kehilangan manusia langka yang sangat, sangat, jenius," tegasnya.

Sosok BJ Habibie pun mempunyai kenangan tersendiri dengan Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Selain pernah berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), BJ Habibie juga pernah bersekolah di SMAK Dago Bandung.

Selain itu, ide BJ Habibie di bidang industri banyak melahirkan peninggalan yang berharga bagi Indonesia sampai saat ini, seperti PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad, yang keduanya berlokasi di Kota Bandung.

Emil pun menuturkan bahwa dirinya sering berdiskusi dan meminta nasihat dari BJ Habibie. Nasihat yang paling diingat adalah tentang pentingnya membagi ilmu yang dimiliki. Emil pun mengaku bahwa sebagian semangat hidupnya berdasarkan nasihat yang diberikan BJ Habibie.

"Nasihatnya relevan dengan sosok beliau. Agar ilmu yang saya punya itu jangan tidak dimanfaatkan. Itulah kenapa sekarang saya jadi gubernur, memaksimalkan isi kepala saya. Karena itu salah satu nasihat Pak Habibie, agar jangan pintar sendiri. Ilmu yang didapat dimaksimalkan untuk berinovasi," tutur Emil.

"Jadi, sebenarnya sekian persen semangat hidup saya datang dari nasihat Pak Habibie, khususnya semangat mengamalkan keilmuan saya," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x