Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 16:46 WIB

Firli: Apa Yang Salah dengan Saya?

Kamis, 12 September 2019 | 14:46 WIB
Firli: Apa Yang Salah dengan Saya?
Salah satu calon pimpinan (Capim ) KPK, Irjen Firli Bahuri
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu calon pimpinan (Capim ) KPK, Irjen Firli Bahuri menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan terkait dengan pertemuannya yang tidak sengaja dengan TGB yang saat itu berperkara di KPK.

Menurut dia, pimpinan hanya memberikan nasehat dan peringatan kepada dirinya karena dengan tidak sengaja bertemu dengan TGB yang saat itu sedang berperkara di KPK.

"Sekali lagi saya jelaskan bahwa saya tidak mengadakan hubungan dengan TGB tapi kebetulan bertemu karena saya diundang oleh Danrem untuk bermain tennis pada 13 Mei 2018. Dan dari pertemuan itu tidak ada satupun pembicaraan terkait perkara TGB. Apa yang salah dengan saya? TGB bukan tersangka," jelas Firli.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa TGB berperkara dengan KPK terkait Divestasi Newmont oleh PT. DMB yang merupakan BUMD provinsi Nusa Tenggara Barat dengan PT Multicapital.

TGB diduga menerima gratifikasi dan korupsi atas menjualan saham oleh PT DMB dan PT Multicapital kepada PT AMI.

Namun hingga saat ini, status TGB, Zainul Majdi bukan tersangka dan KPK masih terus menyelidiki kasus yang menimpa mantan Gubernur NTB tersebut.

Firli menyayangkan para pimpinan KPK melakukan konfrensi pers terkait berita bohong yang yang seakan ingin menjelekkan namanya di depan masyarakat dan DPR yang saat ini tengah menggodok 10 nama capim KPK pilihan panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) KPK.

Semua hal terkait aktivitasnya saat menjabat sebagai Deputi Penindakan telah diutarakan kepada pansel capim KPK dan sudah pula disampaikan pada uji publik yang telah dilakukan beberapa hari lalu.

"Saya tidak ingin terus dikatakan saya melanggar kode etik. Intinya semua sudah diklarifikasi dan saya mengatakan kepada pansel Jika saya memang tidak memenuhi syarat maka jangan diluluskan. Sekarang saya serahkan semuanya ke DPR," tandasnya. [ton]

Komentar

x