Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:37 WIB

Polisi Deteksi Veronica Koman Berada di Australia

Rabu, 11 September 2019 | 18:37 WIB
Polisi Deteksi Veronica Koman Berada di Australia
(beritajatim)
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim mendeteksi tersangka penyebaran berita bohong alias hoaks hingga memicu kerusuhan di Papua, Veronica Koman saat ini berada di Australia dan bersama suaminya.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto yang juga ketua tim penyidik kasus Papua mengatakan, saat ini Polda Jatim tengah berkoordinasi dengan Konjen Australia yang ada di Surabaya, Jawa Timur untuk memastikan keberadaan Veronica.

"Ini masih dalam penyidikan kasus V (Veronica Koman). Kita berkoordinasi dengan Konjen Australia untuk mengetahui pasti keberadaan tersangka di wilayah mana di Australia. Kita ketahui bahwa suami yang bersangkutan adalah warga negara Australia," katanya, Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut Toni mengatakan, data yang didapatnya dari Divisi Hubungan Internasional (Divhub Itenr) Mabes Polri, Imigrasi dan Kumham tengah disampaikan ke Konjen Australia. Harapannya, dari data tersebut akan segera diketahui keberadaan pasti Veronica.

"Hari ini masih sebatas penyampain data yang kami dapat dari Divhub Inter Mabes Polri, Imigrasi dan Kumham," ujarnya.

Respon dari Konjen Australia disampaikan, tidak akan mencampuri masalah hukum di Indonesia yang berkaitan dengan tersangka Veronica Koman.

"Prinsipnya mereka (Konjen Australia) tidak akan mencampuri masalah hukum di Indonesia. Dan kami berharap akan ada kerjasama yang akan diberikan kepada kita berkaitan dengan permohonan kita," bebernya.

Untuk diketahui, Veronica telah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim terkait kasus kerusuhan di Kanokwari Papua. Veronica diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks hingga memantik kerusuhan di Papua. Kekinian, Veronica dijerat pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP. UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008 tentang penghapusan suku, etnis dan ras. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x