Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:54 WIB

2 Dalang Rusuh Papua Diduga Kelompok KNPB

Senin, 9 September 2019 | 23:30 WIB
2 Dalang Rusuh Papua Diduga Kelompok KNPB
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polisi telah menetapkan Ferry Kombo dan Alexander Gobay sebagai tersangka diduga aktor intelektual Kerusuhan di Papua. Keduanya merupakan aktivis mahasiswa Papua (AMP) dan diduga tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
"AG sama dengan si FK, bagian dari pada tim penggerak AMP di Jayapura, yang digerakkan nanti dari aktor intelektual yang di KNPB," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (9/9/2019).
Brigjen Dedi mengatakan AG dan FK diduga digerakkan oleh kelompok dari KNPB. Dua orang diduga kelompok KNPB juga kini tengah diperiksa Polda Papua.
"KNPB kan ada 2 aktor intelektualnya juga, memang belum ditetapkan sebagai tersangka, tapi masih didalami oleh aparat Polda Papua dan tim dari Mabes Polri pun dikirim untuk memback up Polda Papua untuk memeriksa saudara AK dan VY, sebagai tokoh di KNPB," jelas Dedi.
Brigjen Dedi mengatakan saat ini aparat masih terus mendalami keterangan dari Alexander Gobay dan Ferry Kombo. Termasuk keterlibatan dengan KNPB.
"Keterkaitannya ada, jaringan komunikasi itu ada, tentunya nanti. Kita masih dalami dulu. Kalau untuk 2 tersangka yang baru diamankan (AG dan FK) kemarin didalami dulu," ucap Dedi.
Ferry Kombo dan Alexander Gobay ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua. Kedua aktivitas mahasiswa ini diduga berperan sebagai penggerak massa sekaligus memprovokasi agar terjadi kerusuhan saat demo berlangsung di Papua menuntut aksi rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya.
Keduanya dijerat dengan Pasal 106 jo 87 KUHP dan atau pasal 110 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1) (2) dan pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 66 UU nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera Bahasa Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dan atau Pasal 160 KUHP dan atau 187 KUHP dan atau 365 KUHP dan atau 170 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 2 UU darurat nomor 12 tahun 1951 jo pasal 64 KUHP. [gam]

Komentar

x