Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:35 WIB

Sikap Jokowi Soal Revisi UU KPK Dinilai tak Jelas

Senin, 9 September 2019 | 04:30 WIB
Sikap Jokowi Soal Revisi UU KPK Dinilai tak Jelas
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK terus bergulir. Bola revisi pun disebut berada di Presiden Jokowi. Namun belum ada sikap jelas dari Presiden mengenai pro dan kontra revisi UU KPK.

"Selama ini sikap Presiden selalu swing, tidak jelas sikapnya dalam hal KPK ini. Usul saya, Presiden harus berpidato depan teman-teman media, menyatakan sikapnya apakah dia berencana terlibat dalam upaya mengubah Undang-Undang KPK yang berujung matinya KPK, atau Presiden mewakili aspirasi publik menolak perubahan ini dan menyatakan langsung agar polemik ini berhenti," kata Direktur PUSaKO Fakultas Hukum Unand, Feri Amsari, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019).

Menurutnya, Presiden Jokowi tidak akan menyukai hiruk pikuk politik yang tidak berkesudahan. Untuk itu ia menyarankan Jokowi segera menyatakan sikap.

"Sebagai Presiden, sebagai kepala negara, tentu dia (Jokowi) berkeinginan proses karut-marut politik tidak berkepanjangan, sehingga harusnya Presiden segera menyampaikan sikapnya secara jelas, sebelum orang memahami Presiden pada dasarnya memang berencana dan terlibat dalam upaya mematikan KPK, baik dengan mengirim 10 pimpinan yang bermasalah maupun melalui perubahan undang-undang tersebut," ujar Feri.

Sebelumnya, revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK diajukan oleh Baleg dan sudah disetujui menjadi RUU inisiatif DPR dalam sidang paripurna Kamis (5/9/2019) lalu. RUU ini akan dibahas bersama pemerintah. Pembahasan revisi UU KPK itu ditargetkan rampung pada DPR periode 2014-2019 ini yang akan habis pada 30 September mendatang. [fad]

Komentar

x