Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 05:31 WIB

Revisi UU, KPK Ingatkan Janji Kampanye Jokowi

Senin, 9 September 2019 | 01:30 WIB
Revisi UU, KPK Ingatkan Janji Kampanye Jokowi
Kepala Bagian Perancangan Peraturan Biro Hukum KPK Rasamala Aritonang - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - KPK mengingatkan semangat pemberantasan korupsi dalam janji kampanye Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. KPK meminta Jokowi untuk menolak usulan revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

"Kalau bicara pemberantasan korupsi kan nggak cuma buat kampanye waktu mau Pemilu, itu dipakai buat Pemilu, publik kemudian mencoblos mereka yang menyoal pemberantasan korupsi, tapi hari ini kita tidak melihat mana dong penguatan untuk pemberantasan korupsi. Menurut kami, ini momentumnya untuk Presiden menunjukkan bahwa memang Presiden punya keberpihakan dalam konteks pemberantasan korupsi," kata Kepala Bagian Perancangan Peraturan Biro Hukum KPK Rasamala Aritonang di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Dia menambahkan, Presiden Jokowi harus mempunyai sikap yang jelas dan tegas mengenai rencana revisi UU KPK.

"Menurut saya, Presiden mesti tegas. Ini momentumnya Presiden harus menyampaikan dengan tegas bicara dewan pengawas apalagi pengawasan terhadap penyadapan, yang melakukan penyadapan bukan hanya KPK. Kepolisian juga, Kejaksaan juga. Artinya semua kalau mau diatur, diatur sama. Makanya revisi UU penyadapan sudah bergulir sebenarnya," ujarnya.

Sebelumnya, revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK diajukan oleh Baleg dan sudah disetujui menjadi RUU inisiatif DPR dalam sidang paripurna Kamis (5/9/2019) lalu. RUU ini akan dibahas bersama pemerintah. Pembahasan revisi UU KPK itu ditargetkan rampung pada DPR periode 2014-2019 ini yang akan habis pada 30 September mendatang. [fad]

Komentar

x