Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:19 WIB

Dibilang Lemahkan KPK, Apa Iya DPR Gila?

Sabtu, 7 September 2019 | 16:01 WIB
Dibilang Lemahkan KPK, Apa Iya DPR Gila?
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Revisi UU KPK yang disepakati direvisi adalah inisiasi untuk menguatkan KPK sendiri. Dengan dukungan rakyat yang kuat ke KPK, DPR tak mungkin melawan dukungan rakyat.

"Dikatakan melemahkan, apa iya DPR gila? Dalam persepektif apa DPR mau melemahkan (KPK)?", kata anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan saat diskusi publik bertajuk "KPK adalah Koentji" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019).

Arteria meminta kepada pihak-pihak yang menyebut revisi UU KPK adalah upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah agar membaca dengan teliti poin-poin dalam draft revisi UU tersebut.

"Baca dulu saya bilang, bagian mana yang dikatakan melemahkan? Semuanya masih eksisting, bahkan dilakukan penguatan," tegasnya.

Lebih lanjut, Arteria memastikan bahwa poin-poin dalam draft Revisi UU KPK semuanya bertujuan untuk menguatkan agenda pemberantasan korupsi. Bahkan, terkait izin penyadapan, SP3 (Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara), dan pembentukan Dewan Pengawas (DP) yang dipersoalkan pun untuk kebaikan KPK kedepan.

"Katanya SP3, baca ayat 3-nya, apabila diketemukan barang bukti baru, seketika itu juga bisa tersangka kan lagi. Soal Dewan Pengawas, baca dulu, hal-hal yang menyetir kewenangan pimpinan?" tandasnya.

Komentar

Embed Widget
x