Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:59 WIB

Ini Kriteria Calon Ketum PBNU Bagi IGGI

Jumat, 6 September 2019 | 12:58 WIB
Ini Kriteria Calon Ketum PBNU Bagi IGGI
Ketua Umum IGGI KH.Ahmad Fahrur Rozi - (Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI) menilai, sosok Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar mendatang harus lebih sukses lagi dalam menelurkan pemimpin-pemimpin NU yang hebat.

Ketua Umum IGGI KH.Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, kepemimpinan Prof Dr KH Said Agil Siraj selama dua periode menjelang berakhir dengan baik. Kiai Said Agil, telah menorehkan kesuksesan diberbagai bidang, meneguhkan jati diri Aswaja dan kemajuan dalam bidang pendidikan dengan pendirian universitas NU di seluruh Indonesia.

"Seorang pemimpin yang baik harus mampu melahirkan pemimpin baru dengan melakukan Regenerasi yang baik meneladani Nabi Muhammad SAW yang telah sukses melahirkan pemimpin-pemimpin hebat. Dan Calon Ketua PBNU harus seperti itu nantinya," ungkap Gus Fahrur, Jumat (6/9/2019).

Menurutnya, langkah berikutnya adalah, proses kaderisasi pucuk kepemimpinan NU di masa lalu dapat menjadi contoh yang bagus. Ketika Gusdur berakhir digantikan almarhum Dr KH Hasyim Muzadi dan setelahnya KH Hasyim muzadi dilanjutkan Prof. KH Said Agil Siraj.

"Di saat Gusdur hampir tidak terlihat tokoh sekaliber beliau. Seakan tidak ada yang layak menggantikannya. Namun ternyata tampil KH Hasyim Muzadi yang sukses memimpin NU dengan sangat baik, santun dan sejuk. Bahkan lebih maju ke kancah Internasional, sehingga terbentuk jaringan PCINU Internasional di berbagai negara dan melahirkan ICIS atau International Conference of Islamic Scholar (Konfrensi Sarjana Islam Internasional)," beber Gus Fahrur yang menjadi Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Gus Fahrur melanjutkan, dalam ICIS saat itu KH Hasyim Muzadi diangkat menjadi sekjennya. Setelah dua periode menjabat ketum PBNU, beliau tidak berkenan maju kembali untuk ketiga kalinya dan tampillah Prof Dr KH Said Agil Siraj hingga saat ini.

"Menurut almarhum Prof Dr KH Tholchah Hasan saat itu, waktu dua periode sudah sangat cukup untuk melakukan kaderisasi dan melahirkan pemimpin baru," tegasnya.

Masih kata Gus Fahrur, IGGI mengharapkan tampil pemimpin muda NU dalam muktamar mendatang yang berkomitmen meneguhkan NU sebagai ormas Islam. Berfaham Aswaja yang moderat, toleran dan selalu memperkuat tiga ukhuwah.

"Yakni Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air) dan juga Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia)," pungkas Gus Fahrur yang juga Pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang Malang ini. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x