Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:32 WIB

Polisi di Gresik Hadirkan Hantu Korban Laka

Selasa, 3 September 2019 | 15:37 WIB
Polisi di Gresik Hadirkan Hantu Korban Laka
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Gresik - Satlantas Polres Gresik, punya cara tersendiri untuk membuat efek jera bagi pengendara kendaraan yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019.

Polisi setempat menghadirkan hantu jadi-jadian korban kecelakaan (Laka) lengkap dengan berkostum putih, dan diberi bercak darah. Ada tiga orang yang berpakaian hantu mendampingi petugas saat melakukan tilang bagi pengendara yang melanggar.

KBO Satlantas Polres Gresik Iptu Khairul Anwar mengatakan, tujuan dihadirkan hantu korban laka untuk membuat efek jera bagi pengendara yang kerap kali melanggar peraturan lalu lintas.

"Tujuannya kami menghadirkan hantu jadi-jadian akibat korban laka supaya pengendara baik itu roda dua, empat maupun lebih jera agar tidak melanggar peraturan lalu lintas. Pasalnya, korban kecelakaan itu terjadi diawali dari pelanggaran," ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/09/2019).

Kehadiran hantu jadi-jadian korban laka itu, sempat para pengendara roda dua dan empat maupun lebih terkejut. Pasalnya, tidak seperti biasanya petugas melakukan hal itu. Bahkan, salah satu pengendara roda yang terjaring Operasi Patuh Semeru 2019, Isma (18) asal Lamongan kaget.

Isma yang mengendarai motor Yamaha Jupiter nopol W 2485 BX ditilang karena tidak memiliki SIM. "Kaget saja kok ada hantu jadi-jadian pas ada operasi yang dilakukan oleh polisi," ujarnya.

Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar Satlantas Polres Gresik, berlangsung di Terminal Bunder. Dalam operasi itu, polisi juga menerjunkan petugas gabungan dari POM TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. Pelaksanaan operasi berbeda dengan hari biasanya. Sebab, petugas juga menghadirkan hakim serta jaksa guna melakukan sidang di tempat.

Hakim dari Pengadilan Negeri (PN) Gresik diwakili oleh Putu Mahendra. Sementara dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik diwakili oleh Apri Ando. Kedua pejabat hukum secara bergantian melayani para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x