Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 00:53 WIB

Kepengurusan Golkar Bukan Milik Tunggal Ketua Umum

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 1 September 2019 | 13:04 WIB
Kepengurusan Golkar Bukan Milik Tunggal Ketua Umum
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengurus DPP Partai Golkar, Amriyati Amien menilai pernyataan Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzili soalmosi tidak percaya terhadap pengurus harian dan pleno telah melanggar AD/ART tidak punya dasar.

Menurut dia, pernyataan Ace menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi partai berlambang pohon beringin.

"Secara tegas beberapa pasal dalam AD/ART Golkar yang dilanggar oleh pernyataan mosi tidak percaya ini," kata Amriyati di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Tentu, kata dia, sangat disayangkan posisi Acensebagai salah satu Ketua DPP Golkar tapi tidak memiliki pengetahuan kuat tentang organisasi. Sehingga, bisa dipastikan merosotnya suara Golkar karena kepemimpinan Airlangga Hartarto tak hisa menjalankan mekanisme organisasi dengan baik.

Selain itu, ketidakmampuan juga tercermin dari pelaksanaan rapat pleno tidak pernah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir. Padahal, dalam peraturan partai jelas mengharuskan setidaknya satu kali dalam dua bulan.

"Rapat pleno sangat urgent dilakukan mengingat banyak agenda yang harus diselesaikan oleh partai, termasuk menjelang pelantikan DPR/MPR dan pilkada tahun 2020. Jadi, AD/ART jelas disebutkan kepengurusan DPP Golkar bersifat kolektif, bukan hanya tunggal milik ketua umum. Maka, rapat pleno harus dilakukan," ujarnya.

Oleh karena itu, Amriyati khawatir ketidakmampuan memahami aturan dan mekanisme organisasi akan menyebabkan persoalan besar ke depan terutama eksistensi partai.

"Jangan sampai dalam akhir periode kepemimpinan Airlangga ini, Golkar semakin terpuruk dan terjadi kerusakan yang tidak kita inginkan," tandasnya.

Komentar

x