Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:19 WIB

Kerusuhan Di Papua

Massa Anarkis Sejak Longmarch Menuju Jayapura

Oleh : Ivan Setyadhi | Minggu, 1 September 2019 | 09:33 WIB
Massa Anarkis Sejak Longmarch Menuju Jayapura
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Papua - Perlahan-lahan kerusuhan di Papua mulai teratasi. Sejak berlangsung Kamis (29/8/2019) kemarin, sudah 64 orang yang diduga sebagai provokator berhasil diamankan kepolisian.

Kepolisian juga mulai mengidentifikasi kelompok-kelompok massa yang diduga melakukan aksi anarkis hingga menyebabkan 12 fasilitas negara terbakar, dan 9 ruko milik warga setempat rusak berat.

Kerusuhan terjadi saat ratusan massa yang melakukan longmarch menuju Jayapura sekira pukul 14.00 WIT."Setibanya di Kotaraja, massa langsung merusak dan membakar Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Setelah itu massa bergerak ke Entrop dan membakar lapak di depan Papua Trade Center (PTC), kemudian melempari Mapolsek Japsel lalu bergerak ke arah Jayapura. Dan selama dalam perjalanan massa melakukan pengrusakan juga pembakaran rumah dan bangunan yang berada di pinggir jalan," kata Kabid Humas Polda Papua AKBP Am Kamal lewat keterangan tertulis yang, Sabtu (31/8/2019).

massa juga menduduki Pelabuhan Laut Jayapura dan melakukan tindakan anarki dengan membakar kantor bea cukai dan ruko yang berada di sepanjang jalan pelabuhan.

"Setelah itu mereka menuju Jalan Koti, dan membakar kantor Telkomsel dan ruko-ruko yang berada di terminal lama Pasar Jaya. Massa bergerak menuju Kantor Gubernur Provinsi Papua di Dok II dan selama perjalanan melakukan pengrusakan Kantor Bank Indonesia, Kantor Jiwasraya, Kantor Navigasi, Kantor Perhubungan, Mall Jayapura," ungkapnya.

Massa pun bertambah banyak menjadi ribuan, mereka datang dari Pasir II dan Angkasa. Tanpa basa-basi mereka langsung membakar Pos Patmor Lumba-lumba Dok V Atas dan melakukan penjarahan sembako di Toko Efan Dok V Bawah. Massa lantas bergabung ke kantor Gubernur Prov Papua.

"Seluruh massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 3.000 orang kemudian bertahan di Kantor Gubernur Provinsi Papua di Dok II Jayapura. Selama dalam perjalanan, massa membawa dan mengibarkan bendera Bintang Kejora dan ada beberapa orang yang membawa senjata tajam," tandasnya.

Dari 64 orang telah menjalani pemeriksaan, sebanyak 28 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 36 Orang masih dalam pemeriksaan penyidik

Komentar

x