Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 03:06 WIB

Kasus Mahasiswa Papua, Tunggu Keterangan Saksi

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 28 Agustus 2019 | 20:26 WIB
Kasus Mahasiswa Papua, Tunggu Keterangan Saksi
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polda Jawa Timur tengah mengebut penyelidikan atas kasus rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya. Dalam 1-2 hari ke depan, Polda Jatim akan mengumumkan tersangka dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan sejauh ini 21 saksi sudah diperiksa. Namun, ia enggan membeberkan siapa saja saksi-saksi yang diperiksa.

"Dari 21 saksi itu tentu yang ditunggu adalah siapa tersangka yang sesuai dengan video, kita akan umumkan dan tentunya Kapolda Jatim akan mengumumkan satu dua hari ini," kata Kombes Barung di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Barung mengatakan Polda Jatim melakukan penyelidikan kasus ini secara terbuka. Penyelidikan ini juga melibatkan dari Komnas HAM dan tim dari pemerintah.

"Investigasi terbuka ya, Polda Jatim terbuka terhadap investigasi dan open akan kita lakukan, terutama transparansi yang akan dilakukan Polda Jawa Timur. Siapa saja, termasuk tim presiden sudah datang, komnas HAM," ucapnya.

Soal isu adanya selongsong peluru di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Kombes Barung enggan bicara. Ia hanya memastikan memang ada tembakan gas air mata saat kejadian rasisme itu.

"Kalau ada tiga selongsong peluru seperti yang disampaikan itu bukan dari pernyataan kami. Sementara yang kami komentari bahwa benar ada penembakan gas air mata, kita lakukan pemeriksaan. Terhadap temuan tiga selongsong peluru, itu bukan dari kami. Kalau bom molotov memang (pernyataan) dari kami," terangnya. [ton]

Komentar

x