Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:40 WIB

Mahasiswa Papua di Surabaya Dijamin Tetap Aman

Minggu, 25 Agustus 2019 | 02:12 WIB
Mahasiswa Papua di Surabaya Dijamin Tetap Aman
Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS), Peter Frans Rumaseb - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah Papua dan Papua Barat dinilai dapat memicu perpecahaan, ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan konflik sosial. Ujungnya dapat memecah belah persatuan bangsa.

Padahal, isu rasisme dan diskriminasi mahasiswa Papua serta informasi penyerangan asrama Papua di Surabaya tidak diketahui kejelasannya.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS), Peter Frans Rumaseb menilai untuk yang kesekian kalinya berita hoaks telah mengusik perdamaian kehidupan berbangsa.

Ia juga kaget demonstrasi di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat dilatarbelakangi isu diskriminasi mahasiswa Papua di timur Pulau Jawa menjadi yang merupakan informasi sumir.

"Kami berharap mama dong semua di Papua, papa dong semua di Papua, saudara-saudara kita di Papua, bahwa kita di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak perlu khawatir yang berlebihan," kata Peter dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/8/2019).

Peter mengaku mengetahui bahwa dua hari sebelumnya ada 43 mahasiswa Papua yang sempat diamankan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Ketika mendengar berita itu, Peter langsung melakukan pendampingan bahkan hingga proses pemeriksaan tuntas dan masing-masing dari mereka dikembalikan ke asrama.

Dari situ, ia memahami ada hoaks beruntun yang berbuntut pada kericuhan di Manokwari, Papua.

"Jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial," ujarnya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x