Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:06 WIB

KPK Soroti Laporan Harta Kekayaan Calon Pimpinan

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 08:28 WIB
KPK Soroti Laporan Harta Kekayaan Calon Pimpinan
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi 11 dari 20 calon pimpinan (Capim) jilid V yang tak patuh terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

KPK mencatat hanya 9 capim yang rajin melaporkan kekayaannya secara periodik."Jadi dari 20 itu 9 orang yang patuh melaporkan LHKPN secara periodik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengatakan 11 orang yang patuh melaporkan kekayaannya secara periodik terdiri dari unsur Polri, Kejaksaan, BPK, mantan LPSK, dekan salah satu universitas, dan dari Kementerian Keuangan. Namun, masih ada lima calon yang terlambat melaporkan LHKPN-nya.

"Bahkan ada yang mepet, menjelang proses seleksi dilakukan, lima orang ini berasal dari unsur Polri, Kejaksaan dan Seskab," ujarnya.

Tak hanya itu, Lembaga Antirasuah juga mencatat dua nama capim yang tidak pernah melaporkan secara periodik untuk kewajiban 2018. Capim itu berasal dari unsur Polri dan karyawan BUMN.

Febri berharap pada seleksi selanjutnya pansel tak mengabaikan temuan rekam jejak para calon tersebut. Pansel diharap mempertimbangkan catatan-catatan negatif sebelum meloloskan para calon, khususnya 11 nama dari hasil temuan KPK.

"Masih ada beberapa nama yang memiliki catatan-catatan yang kami pandang itu akan berisiko kalau nanti memimpin lembaga antikorupsi dengan segala standar etik kuat dan kewenangan yang luar biasa," kata dia.

Komisi Antikorupsi juga meminta Presiden Joko Widodo ikut mengamati proses seleksi capim KPK jilid V. Mengingat, pansel mendapat mandat langsung dari presiden yang diatur dalam Undang-Undnag Nomor 30 Tahun 2002.

"Jadi sensitivitas ini sangat penting bagi kita semua dan bagi pihak pihak yang masih menginginkan KPK bekerja melakukan pemberantasan korupsi ke depan," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x