Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 02:34 WIB

Pansel Undang Ahli untuk Wawancara 20 Capim KPK

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:42 WIB
Pansel Undang Ahli untuk Wawancara 20 Capim KPK
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Panitia seleksi calon Pimpinan KPK akan menggali 20 orang peserta yang lulus tes profile assessment melalui tes berikutnya, yakni wawancana dan uji publik di Kantor Kementerian Sekretariat Negara pada 27-29 Agustus 2019.

Ketua panitia seleksi calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih mengatakan skema dan mekanisme wawancara serta uji publik terhadap 20 orang peserta yang lulus tes profile assessment sudah ditentukan oleh Pansel KPK.

Pada akhirnya, kata dia, Pansel KPK memutuskan untuk satu orang peserta akan diberikan waktu masing-masing seperempat jam. Kemudian, 9 anggota Pansel KPK akan bertana dan 2 orang panelis untuk uji publik.

"Jadi ada pembagian alokasi waktu untuk pertanyaan dari panelis, masing-masing satu jam seperempat. Itu sejak awal terbuka dari pagi sampai sore," kata Yenti di Kantor Kemensetneg, Jumat (23/8/2019).

Menurut dia, publik tidak ikut terlibat saat tes uji publik karena hanya Pansel KPK yang menentukan. Sedangkan, esensi uji publik sebenarnya ada di DPR yakni fit and proper tes oleh wakil rakyat dari berbagai aspirasi.

Sementara Anggota Pansel KPK, Hendardi mengaku Pansel KPK belum membahas mengenai materi wawancara untuk tahapan tes wawancara terhadap 20 orang peserta calon pimpinan KPK yang lulus.

"Tapi kami sudah bagi-bagi untuk wawancara itu jadwalnya, nanti kami ada pertemuan pada tanggal 26 Agustus. Karena mereka ada pemeriksaan kesehatan. Nah, masukan masyarakat ditunggu sampai tanggal 26," katanya.

Menurut dia, sembilan anggota Pansel KPK akan menjadi penguji dibantu oleh panelis atau ahli untuk tes uji publik. Namun, selebihnya nanti dilakukan oleh DPR sebagai perwakilan rakyat.

"Nanti kami pilih ahli yang bisa diandalkan, mereka gali ilmu dan kami gali track record. Hakikat uji publik di DPR, kami membantu di awal dengan wawancara dan uji publik 3 hari," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x