Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 10:25 WIB

5 Ormas yang Datangi Asrama Papua Dipanggil

Jumat, 23 Agustus 2019 | 12:56 WIB
5 Ormas yang Datangi Asrama Papua Dipanggil
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Penegakan hukum terhadap kasus pengrusakan bendera Merah Putih yang ditemukan di depan Asrama Papua, Jalan Kalasan Surabaya, masih terus dilakukan penyelidikan Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Peristiwa terjadi pada Jumat (16/8/201) sekitar pukul 14.00 WIB lalu. Saat itu, warga melihat bendera Merah Putih dalam kondisi rusak di depan Asrama Papua, Jalan Kalasan.

AKBP Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menegaskan, tidak ada pengusiran terhadap Mahasiswa Papua. Selain itu 43 mahasiswa dibawa ke kantor dalam rangka meminta keterangan.

"Selanjutnya 43 mahasiswa malam itu juga dipulangkan ke asrama," jelasnya, Jumat (23/8/2019).

Kini, Pokrestabes Surabaya memanggil lima orang petinggi organisasi masyarakat (ormas) yang sempat ikut serta mengepung asrama.

"Lima Saksi dari perwakilan ormas kita panggil ke Polrestabes Surabaya dalam rangka sebagai Saksi untuk kita dengar keterangan terkait kasus penemuan bendera yang rusak dan masuk dalam got," Sebut Kasat Reskrim AKBP Sudamiran

Kapolrestabes Surabaya membenarkan ada lima ormas yang akan dipanggil dan didengar keterangannya yang ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Karena kita negara hukum, kita akan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku," ujar Kombes Pol Sandi Nugroho

"Lima orang saksi yang kita panggil hari Sabtu tanggal 24 Agustus 2019 yakni Susi Rohmadi (FKPPI), Dj arifin (Sekber Benteng NKRI), Drs Arukat Djaswadi (Sekber Benteng NKRI), Basuki (Pemuda Pancasila), Agus Fachrudin als Gus Din (Wali Laskar Pembela Islam Surabaya)" jelas Kapolrestabes Surabaya kepada peliput.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Jo 24a UU RI no 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta lagu kebangsaan dan atau pasal 154a KUHP dan atau pasal 170 KUHP," ujar AKBP Sudamiran.

"Sehubungan dengan setiap orang yang merusak atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dan atau barang siapa menodai Bendera Kebangsaan RI dan atau pengerusakan," tambah AKBP Sudamiran. [beritajatim]

Komentar

x