Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 05:17 WIB

Usulan 10 Kursi Pimpinan MPR

Refly: Kerja Konstitusional MPR Tak Rutin

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:29 WIB
Refly: Kerja Konstitusional MPR Tak Rutin
Pakar hukum tata negara Refly Harun - (Foto: Istimewa)
facebook twitter


INILAHCOM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun masih belum bisa menerima alasan partai politik yang mengusulkan penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk periode 2019-2024.

Menurut dia, usulan penambahan kursi Pimpinan MPR RI tiada lain alasannya hanya untuk bagi-bagi jabatan saja termasuk fasilitasnya. Padahal, kerja MPR juga tidak begitu rutin.

"Perlu 10 Pimpinan MPR? Sukar bagi saya mencerna alasan pembenarnya. Sekedar bagi-bagi jabatan dan fasilitas jabatan. Wong kerja konstitusional MPR tidak rutin," kata Refly lewat twitternya yang dikutip Kamis (22/8/2019).

Untuk diketahui, usulan penambahan jumlah Pimpinan MPR menjadi 10 kursi dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay. Menurut dia, penambahan Pimpinan MPR jadi 10 kursi untuk mendinginkan perebutan kursi pimpinan MPR saat ini.

"Tentu sangat baik apabila pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian sembilan mewakili fraksi-fraksi dan satu mewakili kelompok DPD RI. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat," katanya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x