Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:01 WIB

Penembakan Saat Aksi Massa di DPRD Mimika

Polisi Sebut Tembakan Bukan dari Senjata Organik

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:03 WIB
Polisi Sebut Tembakan Bukan dari Senjata Organik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mimika - Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan pihaknya menerima laporan adanya tembakan misterius dari arah demonstran saat demo yang terjadi di DPRD Mimika. Saat ini sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

"Kita mendapat laporan dari salah satu pemilik toko di samping hotel 66, ditemukan bekas tembakan dan beliau berpikir itu tembakan berasal dari tembakan senjata organik milik TNI/Polri, tapi setelah dilihat kembali bentuk bekas nya baik di kaca maupun di tembok dan dilaporkan temuan proyektil," katanya di Mapolres Mimika, Rabu (21/8/2019)

Ia pun menegaskan, proyektil peluru yang ditemukan itu jelas berasal dari senpi rakitan bukan senpi organik milik TNI-Polri. Sat ini, pihaknya juga mengerahkan personel untuk patroli menjaga keamanan.

"Saat ini kasat Reskrim dengan unit identifikasi masih mengecek kebenarannya itu dipastikan oleh pemilik nya itu bukan proyektil senjata api organik tapi senjata rakitan ini sengaja ditembakkan kepada petugas dan sudah disampaikan kepada petugas untuk meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan kericuhan bermula saat massa aksi pada pagi hari awalnya bergerak menuju Tugu Perdamaian Timika Indah. Massa kemudian diarahkan menyampaikan aspirasi terkait insiden mahasiwa Papua di Jawa Timur di kantor DPRD Mimika. Massa kemudian berjalan kaki ke kantor DPRD Mimika dengan pengawalan ketat aparat.

"Esensi aspirasi yang hendak mereka sampaikan yaitu berkutat pada isu rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Kita semua tidak membenarkan itu. Namun kemudian orasi mereka berubah ke arah yang sejak awal kita khawatirkan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yaitu permintaan soal merdeka, referendum. Ini jelas-jelas tidak dibenarkan," jelas Agung.

Sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi pelemparan batu oleh massa. Massa juga memecahkan kaca-kaca kantor DPRD Mimika, pos satpam di pintu keluar halaman Kantor DPRD. Massa juga merusak sejumlah mobil TNI, Polri, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas umum di sepanjang Jalan Cenderawasih tepat di depan Kantor DPRD Mimika.

"Lantaran massa sudah anarkis, tidak mematuhi aturan dan tata tertib, merusak aset pemerintah dan fasilitas umum serta fasilitas pribadi maka dengan sangat terpaksa kami harus bubarkan," jelasnya. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x