Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:00 WIB

Demo DPRD Mimika Pecah Usai Isu Referendum Mencuat

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 22 Agustus 2019 | 05:04 WIB
Demo DPRD Mimika Pecah Usai Isu Referendum Mencuat
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mimika - Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan ada dugaan aksi massa di DPRD Mimika berujung rusuh karena adanya pihak ketiga yang mencoba memprovokasi.

Ia menyatakan, aksi tersebut awalnya berjalan aman. Kondisi berubah saat diduga provokator mulai membisikkan isu Papua merdeka dan referendum.

"Memang benar aksi demo awalnya damai, namun saat orasi di DPR Mimika mereka mengalihkan isu dari penolakan Rasis menjadi referendum atau Papua merdeka," katanya di Mapolres Mimika, Rabu (21/8/2019).

Ia juga mengatakan saat ini polisi juga menerima laporan adanya tembakan misterius dari arah demonstran saat demo siang tadi. Saat ini sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

"Iya ada laporan penembakan. Ada ditemukan bekas tembakan juga. Kita masih menyelidiki.

Diketahui sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan kericuhan bermula saat massa aksi pada pagi hari awalnya bergerak menuju Tugu Perdamaian Timika Indah. Massa kemudian diarahkan menyampaikan aspirasi terkait insiden mahasiwa Papua di Jawa Timur di kantor DPRD Mimika. Massa kemudian berjalan kaki ke kantor DPRD Mimika dengan pengawalan ketat aparat.

"Esensi aspirasi yang hendak mereka sampaikan yaitu berkutat pada isu rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Kita semua tidak membenarkan itu. Namun kemudian orasi mereka berubah ke arah yang sejak awal kita khawatirkan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yaitu permintaan soal merdeka, referendum. Ini jelas-jelas tidak dibenarkan," jelas Agung.

Sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi pelemparan batu oleh massa. Massa juga memecahkan kaca-kaca kantor DPRD Mimika, pos satpam di pintu keluar halaman Kantor DPRD. Massa juga merusak sejumlah mobil TNI, Polri, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas umum di sepanjang Jalan Cenderawasih tepat di depan Kantor DPRD Mimika.

"Lantaran massa sudah anarkis, tidak mematuhi aturan dan tata tertib, merusak aset pemerintah dan fasilitas umum serta fasilitas pribadi maka dengan sangat terpaksa kami harus bubarkan," jelasnya. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x