Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:00 WIB

Rusuh Demo DPRD Mimika, Polisi Tangkap 45 Orang

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 22 Agustus 2019 | 03:06 WIB
Rusuh Demo DPRD Mimika, Polisi Tangkap 45 Orang
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Timika - Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan pihaknya mengamankan total 45 orang terkait kericuhan yang terjadi saat unjuk rasa di Kantor DPRD Mimika, Kota Timika.

Ia menjelaskan, 20 orang diamankan usai melempar Hotel Grand Mozza di Jalan Cenderawasih, dengan batu. Beberapa lainnya diamankan usai melakukan aksi pelemparan batu ke fasilitas Kantor DPRD Mimika dan aparat keamanan.

"Totalnya ada 45 orang yang kami amankan untuk dilakukan proses penegakan hukum, sebab tidak dibenarkan melakukan kegiatan unjuk rasa anarkis dengan cara melakukan perusakan seperti tadi," katanya di Timika, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan, kericuhan bermula saat massa aksi pada pagi hari awalnya bergerak menuju Tugu Perdamaian Timika Indah. Massa kemudian diarahkan menyampaikan aspirasi terkait insiden mahasiwa Papua di Jawa Timur di kantor DPRD Mimika. Massa kemudian berjalan kaki ke kantor DPRD Mimika dengan pengawalan ketat aparat.

"Esensi aspirasi yang hendak mereka sampaikan yaitu berkutat pada isu rasisme yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Kita semua tidak membenarkan itu. Namun kemudian orasi mereka berubah ke arah yang sejak awal kita khawatirkan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yaitu permintaan soal merdeka, referendum. Ini jelas-jelas tidak dibenarkan," jelas Agung.

Sekitar pukul 13.00 WIT, terjadi pelemparan batu oleh massa. Massa juga memecahkan kaca-kaca kantor DPRD Mimika, pos satpam di pintu keluar halaman Kantor DPRD. Massa juga merusak sejumlah mobil TNI, Polri, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas umum di sepanjang Jalan Cenderawasih tepat di depan Kantor DPRD Mimika.

"Lantaran massa sudah anarkis, tidak mematuhi aturan dan tata tertib, merusak aset pemerintah dan fasilitas umum serta fasilitas pribadi maka dengan sangat terpaksa kami harus bubarkan," jelasnya. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x