Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:01 WIB

Ditinggal Shalat, Warga Cerme Kehilangan Uang & HP

Kamis, 22 Agustus 2019 | 01:23 WIB
Ditinggal Shalat, Warga Cerme Kehilangan Uang & HP
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Gresik - Alfin Subangun (25) nekat mencuri tiga buah ponsel, burung murai serta uang tunai Rp 400 ribu milik Sakip (50), warga Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Gresik saat korbannya sholat berjamaah di masjid.

Dengan kondisi rumah sedang lengang, pelaku memanfaatkan moment tersebut dengan leluasa sebelum akhirnya diringkus oleh petugas Polsek Cerme.

Terungkapnya kasus pencurian ini bermula saat korban yang bernama Sakip setelah melaksanakan makan sahur. Kemudian membuka pintu depan rumah, dan keluar rumah untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Selanjutnya, korban masih melaksanakan sholat. Korban mendengar suara seseorang yang sedang mengendarai sepeda motor dengan suara keras.

Beberapa menit setelah korban melaksanakan sholat subuh berjamaah. Korban pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah korban kaget, mendapati dua buah ponselnya yang diletakkan di ruang tengah telah raib dibawa pencuri. Kemudian, korban berusaha mencari ponselnya di sekitar rumah.

Namun, korban juga mendapati bahwa terdapat barang-barang lain yang juga ikut hilang dicuri. Antara lain, satu buah ponsel serta satu unit tab serta satu lembar STNK Honda Scoopy atas nama Agustina Cahyati, dan uang tunai Rp 400 ribu. Akibat kejadian itu, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto menuturkan pelaku kasus pencurian ini sudah lama menjadi DPO Polda Jatim. "Kami mendapat informasi dari warga bahwa tersangka Alfin Subangun sedang berada di Dusun Gurang Kulon Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Tanpa berpikir panjang beberapa anggota langsung bergerak ke TKP langsung melakukan penangkapan," ujarnya, Rabu (21/08/2019).

Dari hasil penangkapan itu lanjut Iwan, pihaknya berhasil melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa satu buah ponsel, satu buah burung murai, satu unit sepeda motor Suzuki Satria milik pelaku. "Pelaku mengakui dibantu rekannya yang bernama Mahmudi saat menjalankan aksinya," tuturnya.

Sewaktu diperiksa di Mapolsek Cerme, kata Iwan, pelaku merupakan rekan dari Mahmudi alias Gethuk yang sudah ditembak mati oleh anggota Polda Jatim. "Hasil kejahatannya itu, tersangka memperoleh imbalan berupa uang sebesar Rp900 ribu lalu dibelikan ponsel. Tersangka bersama Mahmudi kerap kali melakukan tindak kejahatan, salah satunya curanmor," pungkasnya.

Sementara itu, pelaku Alfin Subangun mengatakan, dirinya melakukan tindak kejahatan ini karena diajak oleh rekannya Mahmudi. "Saya cuma diajak pak, kapok tidak melakukan pencurian lagi. Apalagi Mahmudi mati tertembak oleh polisi," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x