Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:13 WIB

Stafsus Presiden Jamin Papua Barat Kondusif

Rabu, 21 Agustus 2019 | 02:04 WIB
Stafsus Presiden Jamin Papua Barat Kondusif
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua yang juga Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya, menjamin tidak ada lagi keributan di Papua dan Papua Barat seperti yang terjadi pada Senin (19/8).

Lenis mengemukakan hal itu setelah bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Jatim, Selasa malam.

"Saya sebagai ketua suku sudah perintahkan jangan ribut lagi di Papua, kita sama-sama dari timur tidak ada permusuhan," katanya saat bertemu Risma, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang sudah tidak perlu dibahas lagi, melainkan bagaimana saat ini berpikir untuk membangun kebersamaan di Indonesia.

"Papua sudah demo kemarin, besok-besok tidak boleh ada demo-demo lagi," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Presiden Joko Widodo sudah mengatakan agar semua pihak bisa menahan emosi dan saling memaafkan. Apalagi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, serta Wali Kota Malang Sutiaji juga sudah meminta maaf atas kejadian yang dialami mahasiswa Papua.

"Saya dengar ormas juga sudah memaafkan. Terus mau minta memaafkan apa lagi. Papua harus dengar itu dan mahasiswa di asrama tidak perlu takut. Jadikan gubernur dan wali kota sebagai mama," tegasnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa selama ini hubungannya dengan para mahasiswa Papua cukup baik. Bahkan mereka sering tampil menari di sejumlah acara Pemkot Surabaya.

"Sebetulnya adik-adik ini tidak ada masalah, makanya saya tidak tahu detail satu persatunya yang kemarin ada masalah yang mana. Tapi yang lain saya sering ketemu. Selama ini kalau saya ada tamu dari Papua, mereka saya undang," terangnya.

Risma mengakui bahwa memang beberapa kali sering ada kejadian di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan itu. "Saya berusaha mendekat, tapi mereka tidak mau. Mungkin nanti melalui Pak Lenis," tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Risma menghadirkan sejumlah warga Papua yang menjadi pejabat setingkat kepala dinas dan camat di Pemkot Surabaya.

Selain itu, Risma juga menghadirkan puluhan mahasiswa dari Papua yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Pemkot Surabaya.

Komentar

Embed Widget
x