Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:03 WIB

Masih di Bawah Umur

Penganiaya Santri Ditangani PPA Polres Mojokerto

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 21 Agustus 2019 | 05:04 WIB
Penganiaya Santri Ditangani PPA Polres Mojokerto
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito mengatakan, pihaknya kini mengamankan WN (17) terduga pelaku penganiayaan berujung kematian terhadap santri AR (17).

"WN (17) diamankan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto," katanya, Selasa (20/8/2019).

Selain itu, pihaknya juga sudah memeriksa sebanyak empat saksi. Ia menjelaskan, saat kejadian memang ada beberapa orang senior di TKP, tapi hanya satu orang yang melakukan pemukulan.

"Dua orang, dua orang senior yang berapa di kamar tersebut tapi hanya satu orang (melakukan penganiayaan, red)," ungkapnya.

"Pelaku santri senior kelas III SMA, umur 17 tahun. Korban ada dua yang dianiaya, PG umur 15 tahun tapi tidak ada luka. Pelaku dibawa ke PPA karena dibawah umur sehingga nanti pihak Polres untuk penangganannya," jelasnya.

Status pelaku sendiri, masih dalam pemeriksaan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya, pakaian korban, selimut dan kasur lipat terdapat bercak darah dan bekas muntahan korban. Barang bukti tersebut ditemukan di gudang bawah tangga kamar korban.

Diberitakan sebelumnya, Seorang santri di Mojokerto, AR (17) meninggal dunia, Selasa (20/8/2019). AR meninggal dunia diduga sebagain korban aksi penganiayaan seorang senior di pesantren tempatnya menimba ilmu.

Dari informasi yagn didapat, penganiayan dilakukan lantaran korban dan satu santri lainnya keluar ponpes tanpa izin. Dua orang santri senior kemudian mencari keberadaan korban dan satu santri temannya tersebut.

Setelah diketahui berada di kamar 5 yang ada di lantai II, kedua santri senior yang merupakan petugas keamanan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan satu orang santri lainnya. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami muntah darah.

Korban dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Namun akhirnya korban dirujuk ke RSI Sakinah di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan meninggal di rumah sakit Nahdhatul Ulama (NU) tersebut.

Teman korban, APGR (15) mengatakan, kedua santri senior tersebut membangunkannya kemudian melakukan penganiayaan. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x