Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 06:56 WIB

Polisi Amankan Terduga Penganiaya Santri Mojokerto

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 21 Agustus 2019 | 04:05 WIB
Polisi Amankan Terduga Penganiaya Santri Mojokerto
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Kapolsek Mojosari, Kompol Anwar Sudjito membenarkan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di salah satu Pesantren di wilayah hukumnya.

"Korban atas nama AR (17). Korban meninggal dunia di Rumah Sakit. Sementara pelaku diduga atas nama WN (17)," ungkapnya di Mojosari, Selasa (20/8/2019).

Ia menyatakan dari penyelidikan sementara, kejadian bermula saat pelaku sekitar pukul 24.00 WIB 12 mendatangi kamar korban karena korban dianggap melanggar. Sehingga terjadi pemukulan atau penganiayaan terhadap korban dan mengakibatkan korban mengalami luka kemudian dibawa ke RS.

"Korban meninggal di RSI Sakinah. Ada dua santri senior yang mendatangi kamar korban, namun yang diduga menjadi pelaku hanya satu yakni WN. Pelanggaran korban yakni keluar dari pesantren tidak izin seniornya. Informasi dari saksi ada pukulan dan tendangan," jelasnya.

Ia menjelaskan, dari keterangan saksi pelaku melakukan beberapa kali pemukulan dengan tangan kosong. Namun kepala korban sempat membentur tembok saat terjatuh.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan pakaian korban, selimut dan kasur lipat terdapat bercak darah dan bekas muntahan korban.

"Karena pelaku masih dibawa umur sehingga kami serahkan ke Unit PPA guna dilakukan penangganan lebih lanjut. Untuk statusnya masih dalam pemeriksaan penyidik," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang santri di Mojokerto, AR (17) meninggal dunia, Selasa (20/8/2019). AR meninggal dunia diduga sebagain korban aksi penganiayaan seorang senior di pesantren tempatnya menimba ilmu.

Dari informasi yagn didapat, penganiayan dilakukan lantaran korban dan satu santri lainnya keluar ponpes tanpa izin. Dua orang santri senior kemudian mencari keberadaan korban dan satu santri temannya tersebut.

Setelah diketahui berada di kamar 5 yang ada di lantai II, kedua santri senior yang merupakan petugas keamanan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan satu orang santri lainnya. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami muntah darah.

Korban dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Namun akhirnya korban dirujuk ke RSI Sakinah di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan meninggal di rumah sakit Nahdhatul Ulama (NU) tersebut.

Teman korban, APGR (15) mengatakan, kedua santri senior tersebut membangunkannya kemudian melakukan penganiayaan.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x