Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 10:32 WIB

Diduga Dianiaya Senior, Santri di Mojokerto Tewas

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 21 Agustus 2019 | 03:06 WIB
Diduga Dianiaya Senior, Santri di Mojokerto Tewas
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Seorang santri di Mojokerto, AR (17) meninggal dunia, Selasa (20/8/2019). AR meninggal dunia diduga sebagain korban aksi penganiayaan seorang senior di pesantren tempatnya menimba ilmu.

Dari informasi yagn didapat, penganiayan dilakukan lantaran korban dan satu santri lainnya keluar ponpes tanpa izin. Dua orang santri senior kemudian mencari keberadaan korban dan satu santri temannya tersebut.

Setelah diketahui berada di kamar 5 yang ada di lantai II, kedua santri senior yang merupakan petugas keamanan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dan satu orang santri lainnya. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami muntah darah.

Korban dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Namun akhirnya korban dirujuk ke RSI Sakinah di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan meninggal di rumah sakit Nahdhatul Ulama (NU) tersebut.

Teman korban, APGR (15) mengatakan, kedua santri senior tersebut membangunkannya kemudian melakukan penganiayaan.

"Saya tidur, dibangunkan dengan cara ditarik, ditempeleng dan ditendang. Saya yang ditendang, sesudah saya kemudian baru korban ditendang saat duduk," ungkapnya.

Satu dari dua santri senior tersebut yang melakukan penganiayaan kepada APGR dan korban. Korban yang saat itu sedang duduk ditendang dan terjatuh kemudian bagian dada ditendang dengan tangan. Korban mengalami muntah darah dan dibawa ke RSUD Prof Dr Soekandar.

"Kita bawa ke rumah sakit naik motor, korban ditengah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saya sama korban memang keluar pondok tidak izin, yang mukuli itu kakak kelas yang jadi petugas keamanan. Hanya satu yang menganiaya," katanya.

Usai disemayamkan di Masjid, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. Sementara pelaku, WN (17) dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Pihak kepolisian dari Polsek Mojosari dan Satreskrim Polres Mojokerto langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, selimut dan kasur lipat ada bercak darah dan bekas muntahan korban. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x