Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:45 WIB

Soleman Bantah Komunikasi Penyuap Sekda Jabar

Oleh : Ivan Sethyadi | Selasa, 20 Agustus 2019 | 14:55 WIB
Soleman Bantah Komunikasi Penyuap Sekda Jabar
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman - (Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman, membantah bertemu Mantan Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlali.

Hal itu disampaikan Soleman usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/8/2019).

"Itu ditanyakan saja ke kawan-kawan yang membahas RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)," kata Soleman kepada wartawan di gedung KPK.

Soleman mengaku tak pernah membahas soal RDTR dengan Neneng yang berujung masalah hukum di KPK.

Terkait materi pemeriksaannya hari ini, Soleman mengaku hanya dikonfrontir dengan dengan Anggota DPRD Jawa Barat yang juga diperiksa hari ini.

"Hanya dikronfontir saja sama pak Waras (Warsito) tadi," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Waras membantah dikonfrontir dengan Soleman terkait pemeriksaan hari ini."Engga adadikonfrontir apa-apa sama pak Soleman," kata Waras.

Dalam kasus ini, KPK sudah menjerat sebelas orang sebagai tersangka yang berawal dari kasus suap izin proyek Meikarta.

Yang terbaru, dua orang jadi tersangka yakni mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp10,5 miliar.

Sementara Iwa diduga telah menerima uang Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta. [rok]

Komentar

x