Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 07:13 WIB

Usut Pelaku Persekusi dan Rasis ke Mahasiswa Papua

Selasa, 20 Agustus 2019 | 05:00 WIB
Usut Pelaku Persekusi dan Rasis ke Mahasiswa Papua
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam tindakan persekusi dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat dan beberapa oknum aparat kemanan dan aparatur sipil negara dalam bentuk ujaran rasisme, diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa Papua di beberapa daerah, di Semarang, Surabaya dan Malang.

"Selain tindakan persekusi dengan disertai ujuran rasisme, kami juga menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat penegak hukum pada saat memasuki asrama Papua di Surabaya," kata Koordinator Kontras Yati Andriyani, Senin (19/8/2019).

Tindakan tersebut bukannya memberikan jaminan perlindungan terhadap Mahasiswa Papua yang berada di dalam asrama, justru melakukan tindakan represif yang terkesan membenarkan tindakan- tindakan kelompokkelompok intoleran.

"Tindakan tindakan represif yang dilakukan dengan penggunaan kekuatan tersebut memperlihatkan sikap reaksioner sekaligus diskriminatif serta tidak adanya itikad baik dari pemerintah, penegak hukum dan aktor keamanan untuk melihat dan menempatkan mahasiswa Papua dengan setara, tanpa diskriminasi," tuturnya.

Kontras juga mendorong proses penegakan hukum terhadap tindakan persekusi dan rasisme yang terjadi. [wll]

Komentar

Embed Widget
x