Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 09:26 WIB

Wali Kota Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Malang

Senin, 19 Agustus 2019 | 21:21 WIB
Wali Kota Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Malang
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Kericuhan mahasiswa Papua dengan warga meluas hingga di Manokwari, Papua Barat. Salah satu kericuhan mahasiswa Papua dengan warga terjadi di Kota Malang, pada Kamis, (15/8/2019).

Kericuhan itu bermula dari, rencana Aliansi Mahasiswa Papua yang melakukan demostrasi di Balai Kota Malang. Saat itu AMP sedang berjalan menuju Balai Kota untuk memperingati perjanjian New York, antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat.

Warga ataupun organisasi masyarakat yang ada di Jalan Kahuripan merasa geram karena dalam orasinya AMP menyerukan Papua Merdeka. Akhirnya, warga yang ada di lokasi tidak menghendaki aksi demostrasi dari AMP.

Hal itulah yang menjadi penyebab bentrokan, hingga beberapa warga atau pengguna jalan menjadi korban kericuhan itu. Sebab, kedua masa terlibat bentrok serta melakukan aksi saling lempar benda tumpul. Hingga membuat kemacetan cukup panjang di kawasan Jalan Basuki Rahmat.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan atas peristiwa di Papua. Pihaknya memastikan warga Papua yang berada di Kota Malang dijamin keamanannya. Menurutnya, warga Kota Malang dan Papua sama-sama bagian dari NKRI. Semua harus menjaga kebhinekaan yang ada.

"Kota Malang ini bagian dari Indonesia. Kita harus menghargai kebhinekaan. Kota Malang ini visinya kan Kota Bermartabat. Termasuk dengan mahasiswa Papua," kata Sutiaji, Senin, (19/8/2019).

"Tidak ada konflik sosial di warga. Kita harus duduk bersama-sama, semua harus menjaga kearifan lokal. Saudara-saudara kita dari Papua harus kita lakukan dengan baik, sama-sama berkontribusi buat Kota Malang jadi harus kita lindungi dan diberi rasa keamanan," imbuhnya.

Selain itu, Sutiaji bakal segera melakukan koordinasi dan meminta maaf kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Dia ingin secara langsung menyampaikam jaminan keamanan warga Papua di Kota Malang kepada Gubernur Papua Barat.

"Saya belum bisa berkoordinasi dengan Gubernur Papua Barat. Kalau bisa saya akan segera berkoordinasi, untuk memastikan pelarangan atau pemulangan mahasiswa Papua itu tidak ada di Kota Malang," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

x