Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 10:31 WIB

Korupsi Impor Bawang, KPK Geledah Rumah Pengusaha

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 19 Agustus 2019 | 18:36 WIB
Korupsi Impor Bawang, KPK Geledah Rumah Pengusaha
Juru bicara KPK Febri Diansyah - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus dugaan suap impor bawang putih.

Juru bicara KPK Febri Diansyah, menyebut dua lokasi berbeda menjadi target penggeledahan tim KPK hari ini.

"Hari ini KPK lakukan penggeledahan di dua lokasi dalam Penyidikan kasus suap terkait impor bawang putih, yaitu: Kantor tersangka CSU (Chandry Suanda) alias Afung di Kapuk Cengkareng Jakbar, dan Rumah tersangka CSU di Jelambar Jaya, Jakbar," terang juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin (19/8/2019).

Dari proses penggeledahan ini diamankan sejumlah dokumen-dokumen terkait impor bawang putih dan barang bukti elektronik.

"Tim masih berada di lokasi, jika ada perkembangan Informasi berikutnya akan kami sampaikan kembali," katanya.

Sebelumnya sejak 9 Agustus 2019 telah dilakukan penggeledahan pada 19 lokasi. Sehingga total penggeledahan telah dilakukan tim di 21 lokasi pada 6 kota, yaitu: Jakarta, Bogor, Bekasi Bandung, Denpasar dan Solo.

PK menetapkan I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka. Politikus PDIP itu dijerat bersama lima orang lainnya yakni Mirawati Basti dan empat pihak swasta Elviyanto, Chandry Suanda (CSU), Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

Dalam kasus ini, Dhamantra diduga meminta fee Rp3,6 miliar untuk membantu Chandry dan Doddy mengurus rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan surat persetujuan impor (SPI) dari Kementrian Perdagangan (Kemendag).

Keduanya terlebih dulu bertemu Mirawati serta swasta Elviyanto guna memuluskan urusan impor itu.

Dalam kesepakatan itu, Dhamantra mematok komitmen fee Rp1.700-Rp1.800 dari setiap kilogram bawang putih yang diimpor. Sementara itu, kuota impor bawang putih untuk 2019 sebesar 20 ribu ton.

Dhamantra diduga baru menerima uang Rp2 miliar dari kesepakatan itu. Uang itu diterimanya melalui rekening transfer money changer. [ton]

Komentar

x