Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 06:59 WIB

Malam HUT RI, Sandiaga Baca Puisi untuk Bangsa

Minggu, 18 Agustus 2019 | 03:00 WIB
Malam HUT RI, Sandiaga Baca Puisi untuk Bangsa
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus muda Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan harapannya untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui puisi.

Puisi tersebut dibacakan Sandi dalam acara Malam Apresiasi Puisi dalam rangka HUT Ke-74 Republik Indonesia di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2019).

Puisi yang dibacakan Sandi berjudul "Indonesia Tumpah Darahku." Melalui puisi ini, ia mengharapkan agar Indonesia terus maju agar seluruh masyarakat Indonesia semakin sejahtera.

"Teruslah maju Indonesia. Jadikan, realisasikan mimpi pendiri bangsa Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur," ujar Sandi.

Demikian isi puisi yang dibacakan mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini:

Indonesia Tumpah Darahku

Bersatu kita teguh

Bercerai kita jatuh

Duduk di pantai tanah yang permai

Tempat gelombang pecah berderai

Berbuih putih di pasir terderai,

Tampaklah pulau di lautan hijau

Gunung-gemunung bagus rupanya,

Dilingkari air mulia tampaknya:

Tumpah darahku Indonesia namanya.

Lihatlah kelapa melambai-lambai

Berdesir bunyinya sesayup sampai

Tumbuh di pantai bercerai-berai

Memagar daratan aman kelihatan;

Dengarlah ombak datang berlagu

Mengajari bumi ayah dan ibu,

Indonesia namanya, tanah airku.

Tanahku berderai seberang menyeberang

Mengapung di air malan dan siang

Sebagai telaga dihiasi kiambang,

Sejak malam di hari kelam

Sampai purnama terang benderang;

Di sanalah bangsaku gerangan menompang

Selama berteduh di alam nan lapang.

Tumpah darah Nusa-India

Dalam hatiku selalu mulia

Dijujung tinggi atas kepala

Semenjak diri lahir ke bumi

Sampai bercerai badan dan nyawa,

Karena kita sedarah-sebangsa

Bertanah air di Indonesia

Bangsa Indonesia bagiku mulia

Terjunjung tinggi pagi dan senja,

Sejak syamsiar di langit nirmala

Sampai malam di hari kelam

Penuh bintang cahaya bulan;

Mengapalah mulia, handai dan taulan,

Badan dan nyawa ia pancarkan.

Selama mentari di alam beridar

Bulan dan bintang di langit berkisar;

Kepada bangsaku berani berikrar

Selama awan putih gemawan

Memayungi telaga ombak-ombakan,

Selama itu bangsaku muiawan

Kepada jiwanya kami setiawan.

Ke-Indonesia kami setia

Di manakah ia di hatiku lupa,

Jikalau darah ia di badan dan muka

Berasal gerangan di tanah awal;

Sekiranya selasih batang kemboja

Banyak kulihat ditentang mata

Menutupi mejan ayah dan bunda?

Di batasan lautan penuh gelombang,

Mendaki pantai buih berjuang,

Terderai tanahku gewang-gemewang

Sebagai intan jatuh terberai

Dilingkari kerambil lambai-melambai

Menyanyikan lagu nan indah permai

Di sela ombak memecah ke pantai.

Duduk di pantai tanah permai

Tempat gelombang pecah berderai

Berbuih putih di pasir terderai,

Tampaklah pulau di lautan hijau

Gunung-gemunung bagus rupanya,

Dilingkari air mulia tampaknya:

Tumpah darahku Indonesia namanya.

Komentar

x