Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 10:33 WIB

Jokowi Apresiasi Kinerja MA&KY yang Terus Berbenah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 16 Agustus 2019 | 16:15 WIB
Jokowi Apresiasi Kinerja MA&KY yang Terus Berbenah
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Mahkamah Agung (MA) harus terus melanjutkan inovasinya dalam mewujudkan asas peradilan yang sederhana, cepat dan berbiaya ringan.

"Saya mendukung upaya MA untuk mempermudah rakyat dalam mencari keadilan. Saya mendukung upaya MA untuk membangun budaya sadar dan budaya taat hukum agar makin mengakar," kata Jokowo saat pidato Sidang MPR Tahun 2019, Jumat (16/8/2019).

Kini, kata dia, sistem peradilan berbasis elektronik sudah diterapkan di semua lingkungan lembaga peradilan. Sehingga, para pencari keadilan sekarang secara online makin mudah mendaftarkan perkara dan melakukan pembayaran.

"Proses pemanggilan dan pemberitahuan sidang, serta penyampaian putusan peradilan juga dilakukan secara online. Bahkan, saat ini MA sudah melangkah lebih jauh lagi dengan mengembangkan e-court menuju e-litigasi. Semua langkah inovasi ini harus kita apresiasi," ujarnya.

Menurut dia, perluasan akses bagi para pencari keadilan juga dilakukan oleh MA. Hingga akhir tahun 2018, MA telah meresmikan sebanyak 85 pengadilan baru di berbagai pelosok tanah air. Ada tambahan 30 Pengadilan Negeri, 50 Pengadilan Agama, tiga Mahkamah Syariah dan dua Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Dari berbagai langkah tersebut, MA berhasil mengurangi jumlah tunggakan perkara menjadi 906 perkara pada tahun 2018. Jumlah terendah sepanjang sejarah berdirinya MA," jelas dia.

Namun, Jokowi mengatakan MA juga terus berbenah dengan melakukan beberapa langkah perbaikan seperti pembaharuan dalam tata cara penyelesaian gugatan sederhana dan pembaharuan di bidang manajemen perkara.

Sementara, Jokowi mengatakan Komisi Yudisial (KY) juga terus berupaya memajukan akuntabilitas dalam pengelolaan peradilan. KY telah menjalankan fungsi preemtif dengan mengusulkan pengangkatan empat orang calon hakim agung.

Selain itu, kata dia, KY telah menjalankan fungsi preventifnya dengan menyelenggarakan pelatihan pemantapan kode etik penyempurnaan pedoman perilaku bagi 412 hakim, serta pemantauan 93 perkara persidangan yang menjadi perhatian publik.

"KY juga telah menjalankan fungsi represifnya, dengan merekomendasikan kepada MA untuk menjatuhkan sanksi ringan hingga berat kepada 55 hakim," tandasnya. [adc]

Komentar

x