Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 00:40 WIB

KPK Pertimbangkan Bowo Jadi Justice Collabolator

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:16 WIB
KPK Pertimbangkan Bowo Jadi Justice Collabolator
Juru bicara KPK Febri Diansyah - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan untuk memberikan status Justuce Collabolator (JC) kepada Bowo Sidik Pangarso.

Sikap kooperatif Bowo selama persidangan akan jadi pertimbangan KPK untuk mengabulkan permohonan JC tersebut.

"Selama proses persidangan ini, KPK akan melihat keseriusan dan konsistensi terdakwa Bowo Sidik, karena sebelumnya yang bersangkutan mengajukan diri sebagai JC," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (14/8/2019).

Bowo mengajukan JC saat proses penyidikan. Menurut Febri, ada beberapa hal yang dipertimbangkan KPK untuk mengabulkan JC anggota Komisi VI DPR tersebut.

Pertama, kata dia, Bowo bukan pelaku utama. Terpenting, politikus Golkar itu mengakui perbuatannya.

"Membuka peran pelaku lain yang lebih besar, dan mengembalikan aset yang terkait," pungkas Febri.

Bowo hari ini menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa penuntut KPK mendakwa Bowo menerima suap USD163.733 ribu dan Rp311 juta. Uang tersebut berasal dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono dan anak buahnya, Asty Winasty.

Uang suap tersebut diterima Bowo Pangarso karena telah membantu PT HTK mendapat proyek kerjasama sewa kapal. [ton]

Komentar

x