Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 00:42 WIB

DPR Minta Hentikan Polemik Soal Taruna Akmil Enzo

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:11 WIB
DPR Minta Hentikan Polemik Soal Taruna Akmil Enzo
Taruna Akmil Enzo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi 1 DPR, Abdul Kharis Almasyhari mengapresiasi langkah KSAD Jenderal Andika Perkasa yang memastikan taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis Enzo Zenz Allie yang sempat dituding sebagai simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut dia, Akademi Militer merupakan lembaga terakreditasi dan terhormat yang dijunjung tinggi sebagai kawah candradimuka putra dan putri terbaik NKRI. Oleh karena itu, Kharis percaya dan yakin 100 persen bahwa Akmil sangat profesional dan kredibel.

"Kita kawal putra dan putri terbaik yang lolos agar kelak menjadi prajurit TNI yang profesional, berintegritas, cinta Pancasila dan NKRI. Saya apresiasi langkah KSAD dan dukung terus langkah TNI," kata Kharis di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Di samping itu, Kharis meminta kepada masyarakat untuk menghentikan polemik yang menerpa Enzo lantaran fotonya viral ketika memegang bendera kalimat tauhid yang diidentikkan dengan HTI. Menurut dia, percayakan semua proses kepada lembaga terkait untuk taruna Akmil TNI.

"Misal, ada taruna telah memenuhi syarat untuk menjadi taruna Akmil di Magelang, WNI dan telah lolos syarat baik tes fisik maupun psikologi. Lalu anak ini jalan ke toko buku dan foto bersama buku Marxisme dan mengupload ke sosial media. Apa dia dikatakan komunis yang jelas dilarang? Seharusnya kan tidak, percayakanlah bahwa TNI pasti lakukan yang terbaik," ujarnya.

Untuk itu, Kharis meminta agar warganet harus adil dan bertanggung jawab terutama yang memfitnah Enzo. Tujuannya, agar nama baik Enzo Allie segera dipulihkan dan siapa pun sebaiknya menghargai segala pilihan TNI terkait Enzo serta bijak dalam menggunakan sosial media.

"Kita melihat bagaimana dampak sosial media dan literasi penggunaan sosial media dalam kasus Enzo, jangan mudah menilai apalagi membuat opini sedemikian rupa. Jadilah pengguna sosial media yang bertanggungjawab, yang sudah memfitnah dan membuat opini segera minta maaf. Semoga kita bisa mengambil pelajaran," tandasnya.[ris]

Komentar

x