Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 01:28 WIB

Idul Adha, Pengrajin Besek Bambu Banjir Pesanan

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 21:30 WIB
Idul Adha, Pengrajin Besek Bambu Banjir Pesanan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengimbau agar mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban. Rupanya, hal ini menjadi berkah bagi pengrajin besek.

Wadah yang terbuat dari anyaman bambu itu menjadi alternatif wadah daging kurban selain daun pisang.

"Permintaan besek menjelang hari raya Idul Adha tahun ini meningkat," kata Rosmini, pengrajin besek asal Desa Gandu Kecamatan Mlarak, Sabtu (10/8/2019).

Ia menuturkan, selama seminggu ini banyak orang yang pesan besek. Ada yang memgaku dari tamir masjid dari Ponorogo, Babadan, Pulung. Jumlah besek yang pesanannya pun juga bervariasi. Ada yang pesan 200, 300, 400 dan yang terbanyak 600. Karena pesannya yang dibilang mendadak, dirinya kualahan melayani pesanannya.

"Besek per bijinya kami jual Rp.1500,- saat ini sudah jarang pengrajin yang setiap hari fokus membuat besek," kata Rosmini yang juga menjadi pengepul besek untuk pengrajin disekitar rumahnya.

Disini, kata Rosmini warga membuat besek itu hanya untuk sampingan disela-sela waktu kalau tidak ke sawah. Sehingga produksinya tidak maksimal. Selain itu pengrajinnya pun tidak sebanyak dulu, kini hanya bisa dihitung dengan jari yang masih menggeluti membuat besek.

"Saya usaha membuat besek itu sejak tahun 1982. Dulu belum ada plastik, besek menjadi primadona untuk wadah hajatan, maupun wadah untuk sehari-hari," katanya.

Sejak adanya wadah yang berbahan plastik, pamor besek mulai menurun. Banyak orang yang beralih dari besek ke wadah plastik. Biasanya, ia menjual besek itu ke daerah Kertosono Nganjuk untuk wadah tahu. Namun pengiriman ke Kertosono itu juga nunggu sampai penuh satu mobil sekitar tiga ribu besek.

"Dengan adanya himbauan bupati ini, semoga pamor besek naik lagi. Orang-orang akan kembali beralih ke besek dibanding plastik," imbuhnya/

Sementara itu Mbah Tentrem, pengrajin besek asal Desa Gontor Kecamatan Mlarak juga senada dengan Rosmini. Permintaan besek yang ke rumahnya mengalami peningkatan jika dibanding tahun sebelumnya.

Pasalnya memang orang yang mau cari besek itu, kata Tentrem kebanyakan untuk wadah pendistribusian daging kurban. "Yang pesan bisa mencapai ratusan besek. Ini kali pertama pesanan sebanyak itu," pungkasnya. [berita jatim]

Komentar

x